Sunday, December 22, 2013

Jalur Longsor SSB Mulai Diperbaiki

Sejumlah pekerja dari Bina Marga Jateng di Surakarta, tengah membangun talud di jalur SSB yang longsor kemarin, Jumat (20/12). Ario Bhawono

Boyolali - Tebing jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) yang  belum lama longsor hingga menggerus badan jalan, saat ini mulai diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan membangun talud sebagai penahan tanah agar tidak longsor lagi.

Tebing jalan yang longsor di Dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo itu memang  mendesak diperbaiki. Pasalnya, kondisi badan jalan yang ambrol terus melebar. Semula jalan tembus ke Magelang tersebut longsor sepanjang tujuh meter selebar satu meter. Namun longsoran itu kini melebar menjadi sekitar dua meter.

Kondisi tersebut kemudian diantisipasi dengan pembangunan talud. Menurut Mandor perbaikan jalan Boyolali-Jrakah dari Bina Marga Jateng, Sumarwan, nantinya akan dibangun talud selebar empat meter.

“Kami harapkan pembangunan selesai dalam empat hari dari rencana tujuh hari pengerjaan,” ungkap dia, Jumat (20/12).

Dijelaskannya, pembangunan talud  sangat penting untuk mencegah longsor dan  memakan badan jalan. Pasalnya, di musim penghujan seperti ini kondisi tebing di sepanjang jalur SSB rawan longsor.
Di sisi lain, di sepanjang jalur khususnya di lokasi kejadian longsor, kebanyakan tidak dilengkapi dengan saluran air atau got. Akibatnya selama ini jika turun hujan deras, aliran air malah melalui alur badan jalan. Sehingga selain rawan terjadi longsor, arus air hujan tersebut juga rentan membuat kondisi jalan rapuh.

Sumarwan menegaskan, penyebab utama longsor di sepanjang jalur SSB dikarenakan tidak adanya saluran air tersebut. Jika pun ada, saluran-saluran air itu hampir seluruhnya sudah tertimbun longsoran-longsoran tebing di atasnya. Sehingga saluran yang sebenarnya ada tetapi tidak dapat berfungsi karena jarang dibersihkan.

Lebih lanjut Sumarwan menjelaskan, setelah pembangunan talud tebing yang longsor tersebut selesai dikerjakan, pihaknya juga akan membangun saluran air di sisi seberang jalan yang longsor. Pembangunan saluran air tersebut sekaligus digunakan sebagai tanah urug untuk mengisi tebing yang ambrol.

“Kalau dibuat saluran air setidaknya jika turun hujan tidak lagi tergenang atau tergerus air hujan,” imbuh dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tebing di jalur SSB tersebut longsor hingga memakan jalan. Kondisi itu sangat berbahaya bagi pengendara terutama yang dari arah Selo maupun Magelang. Sementara status jalan tersebut merupakan jalan provinsi.





Source: joglosemar.co

No comments:

Post a Comment