Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Saturday, March 1, 2014

Ratusan PSK Kendal diajari nyoblos di pemilu

Ratusan PSK Kendal diajari nyoblos di pemilu

Nataberita - Ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi atau resosialisasi Gambilangu, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah Kamis (27/2) mengikuti acara sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, ratusan penghuni lokalisasi ini diajari nyoblos oleh Komisi Pemilihan (KPU) Kabupaten Kendal di Balai Resos yang tenar dengan sebutan GBL ini.

"Tujuan sosialisasi kepada para PSK tersebut, agar mereka tetap bisa menggunakan hak suaranya. Karena tak sedikit penghuni resos tersebut yang merupakan warga pendatang," ungkap Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Kendal Hevy Indah Oktaria.

Hevy menjelaskan para penghuni resos tersebut bisa menggunakan hak suaranya di Kendal, asalkan memiliki formulir A5.
"Kami juga mengingatkan kepada para penghuni resos agar segera mengurus formulir A5, agar tidak kehilangan hak suaranya. A5 adalah surat pengantar untuk pindah nyoblos dari tempat asalnya. Jadi kita ingatkan terus mereka untuk segera meminta A5 di daerah asal, agar tidak kehilangan hak suaranya,jelasnya.

Ketua Resos Gambilangu, Kasmadi menyambut baik kegiatan sosialisasi pemilu yang digelar oleh KPU Kendal tersebut. Upaya sosialisasi pemilu ini diharapkan bisa bermanfaat untuk para pekerja seks yang nantinya akan besar kemungkinan melakukan pencoblosan pemilu tidak di lokalisasi tempat dia bekerja karena tutup.

"Sebagian besar penghuni resos merupakan warga pendatang. Apalagi saat pesta demokrasi 9 April itu resos GBL akan tutup. Sehingga para penghuni resos juga bisa leluasa menggunakan hak suaranya. Penghuni resos total 210 orang. Memang lebih dari 50 persen penghuni resos merupakan pendatang. Tapi kita bolehkan kalau mau mudik untuk nyoblos Pileg nanti. Jadi saat Pileg itu, resos kita tutup, ujarnya.

Selain melakukan sosialisasi di lokalisasi GBL, KPU Kendal juga akan melakukan sosialisasi pemilu di lokalisasi Alas Karet Patean, awal bulan depan.

Sebelumnya, pihaknya juga melakukan sosialisasi pemilu di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Kendal. Selain itu, sosialisasi juga telah dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Kendal, Jawa Tengah.








Tuesday, July 9, 2013

Nurhayati: Konvensi PD Punya Ciri Sendiri



Jakarta - Konvensi Partai Demokrat disebut meniru langkah Partai Golkar dalam melakukan konvensi. Langkah ini dipercaya bisa menaikkan elektabilitas partai.

Hal itu dibantah Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Menurutnya sudah jelas melalui pengumuman bahwa konvensi partainya berbeda dengan Partai Golkar maupun konvensi Amerika Serikat.

"Kalau misalnya ada konvensi benar, kita jangan menafikan konvensi Golkar dan Amerika. Demokrat punya ciri khas tersendiri. Kami menggodok konvensi ini dengan sangat cerdas dan melibatkan masyarakat luas," ujarnya di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7).

Namun Nurhayati tak mau menutup mata bila nantinya justru konvensi ini memberi keuntungan pada Demokrat. "Masyarakat yang punya hak suara. Kalau naik (elektabilitas) ya Alhamdulillah. Tapi tetap konvensi ini tujuannya untuk memberi ruang bagi publik untuk menentukan capresnya," tutupnya.













Sumber

Sunday, June 30, 2013

PAN Bisa Saja Berubah Sikap Soal RUU Ormas



Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) masih belum menentukan sikap terkait pengesahan RUU Ormas walaupun sebelum rapat paripurna Selasa 25 Juni kemarin sempat menolak RUU itu disahkan.

"Terus terang didalam pandangan mini Fraksi PAN yang disampaikan sebelum paripurna yang ditunda itu PAN satu-satunya partai yang menolak. Delapan lainnya menerima," kata Anggota Pansus RUU Ormas DPR RI M Najib saat diskusi di warung daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/6).

Najib mengatakan, seiring dengan perkembangan persepsi publik terhadap RUU Ormas, fraksi PAN bisa berubah sikap. Apalagi, ada sejumlah ormas yang mengubah posisinya dari menentang menjadi mendukung RUU Ormas disahkan.

"Tentu semua ini akan menjadi bagian yang tidak bisa disahkan dari keputusan atau sikap PAN terhadap RUU ini. Tetapi dengan penundaan ini tentu kita akan evaluasi kembali terhadap bahgaimana perkembangan persepsi publik. Kita tidak ingin tinggalkan aspirasi dan harapan masyarakat," ujarnya.

Saat ditegaskan kembali posisi PAN, Najib mengaku partainya belum mengambil sikap. "Sikap yang lama kita menolak. Detik ini tentu 'in between' (diantara), kita mendengarkan sebanyak-banyaknya dan kita belum mengambil sikap," tukasnya.





Sumber