Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts

Saturday, August 19, 2023

Desa Kauman Juara Karnaval di Kecamatan Wonosegoro


NataBerita- Kemeriahan karnaval memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” Se-Kecamatan Wonosegoro begitu terasa bagi semua kalangan masyarakat, Sabtu (19/09/23). Karnaval ini start awal dari SMK Negeri  1 Wonosegoro sampai halaman Kecamatan Wonosegoro dengan jarak 2 km.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 Desa, Ormas, HIMPAUD, IGTKI, SD/MI, SMP/MTs, MA/SMK, UPK, Darma Wanita, dan Puskesmas Kecamatan Wonosegoro. Dari 11 desa tersebut termasuk Kauman, Guwo, dan Lemahireng adalah peserta desa baru di Kecamatan Wonosegoro. Ketiga desa tersebut sudah kali kedua mengikuti bagian dari Kecamatan Wonosegoro yang menjadi peserta karnaval kategori umum yang sebelumnya diikuti pada tahun 2019 sebelum Covid-19 melanda, alhasil Desa Kauman menjadi juara ke-2 pada saat itu.



Pada tahun ini Desa Kauman memanfaatkan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Repulik Indonesia ke-78 yang dimana menjadi bagian yang patut diperhitungkan di Kecamatan Wonosegoro dari kualitas SDM dan kebersamaan dalam satu visi  “Kauman Bersatu Pasti Bisa” yang menjadi semboyan Widodo, S.Pd selaku Kepala Desa Kauman. Dalam karnaval ini Kepala Desa Kauman turun langsung sebagai komando peserta karnaval untuk rakyatnya dengan naik di bak truk dan sesekali nampak turun langsung kejalan. Hal tersebut sudah terbiasa yang menjadi ciri khas dirinya yang memilik jiwa pemimpin sekaligus guru dibidang olahraga. Adapun karakter yang melekat dalam dirinya yakni apapun yang beliau cita-citakan harus tercapai.




Di panggung kehormatan beliau menyambut dewan juri dan Camat Sujiyo, S.Sos yang tersenyum menyaksikan peserta karnaval terakhir dari Desa Kauman yang kompak dengan kebersamaan dengan visi “Kauman Bersatu Pasti Bisa”. Saat penampilan Desa Kauman memukau semua penonton karena kekompakan yang diiringan musik  njedug dan mengglegar dari sound system Ripin, dkk.

Saat yang ditunggu-tunggu oleh semua kalangan masyarakat Kecamatan Wonosegoro yaitu pengumuman juara. Akhirnya setelah menunggu beberapa jam kemudian dewan juri mengumumkan juara kategori umum adalah Desa Kauman. Widodo, S.Pd selaku Kepala Desa Kauman merasa bangga dan bersyukur apa yang telah ditorehkan untuk Desa Kauman dalam karnaval memperingati Hari Kemerdekaan Repulik Indonesia ke-78. (Ast)

Wednesday, July 26, 2023

Gempar! Salah Satu Warga Desa Kauman Tenggelam Di Sungai Serang Saat Musim Kemarau


NataBerita- Kejadian menggemparkan warga, salah satu warga Dukuh Kauman, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, tenggelam di Sungai Serang di musim kemarau, Rabu, 26/07/2023. Aditya Rahmadi korban (11 Th) adalah korban tenggelam di Kali Serang yang terletak di ujung barat Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Kejadian ini berawal saat korban pulang sekolah pukul 12.00 WIB, setelah mereka menjalankan sholat dhuhur secara berjamaah di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Cekelan, Desa Kauman, Wonosegoro, Boyolali. Korban tiba di rumah pukul 12.30 WIB. Kemudian korban bersama teman-temannya yang bernama, Hengki (12 Th), Afif (9 Th), Gibran (9 Th) dan adik korban Wahyu Saputra (9 Th). Mereka berencana bermain bersama menuju Kali Serang di Dukuh, Kauman, Desa Kauman,  Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali dengan maksud mencari ikan dan bermain di sungai. Mereka berlima sampai di sungai sekitar 12.45 WIB. Setelah mereka mencari ikan Aditya Rahmadi (korban) mandi di aliran sungai yang tenang (kedung)  adiknya atas nama Wahyu Saputra ikut menyusul mandi bersama kakaknya di air tenang yang cukup dalam tersebut, namun teman-temannya bertiga sudah pulang terlebih dahulu. Di saat mereka berdua sedang mandi pada pukul 14.00 WIB ada salah satu warga yang lewat di sungai dengan tujuan pergi keladang atau tegal, melihat salah satu anak yang melambai-lambaikan tangan meminta tolong dari  keterangan saksi mata.  Saksi mata atas nama Dardiri (61 th), warga Dukuh Kauman RT 001/ RW 003, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali dapat  menyelamatkan Wahyu Saputra (9 Th) adik korban. Namun sebaliknya, Aditiya Rahmadi yang bernasib naas nyawanya tidak bisa tertolong. Korban sempat dicari Dardiri (61 Th) namun tidak ditemukan. Kemudian, Dardiri (61 Th) meminta bantuan warga untuk mencari korban. Pada pukul 14.30 WIB korban yang tenggelam baru dapat ditemukan dari bantuan warga yang lain, namun sayangnya Aditiya Rahmadi (11 Th) keadaannya sudah tidak bernyawa. Jasad korban kemudian dibawa ke rumah neneknya Siti Aminati (60 Th) Dukuh Kauman RT 002/ RW 003, Desa Kauman, bersama warga dan dibantu Widodo, S.Pd selaku Kepala Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Petugas Puskesmas Kecamatan beserta Kapolsek Kecamatan Wonosegoro juga datang ketempat korban untuk meminta keterangan kepada  warga terkait kejadian tersebut dan petugas Puskesmas melakukan cek medis terhadap korban. Menurut kejadian tersebut petugas medis tidak akan melakukan otopsi. (AST)

Saturday, January 1, 2022

Kondisi Jalan DPU Blekuk dan Berlubang Seperti Kubangan Kerbau

Jalan DPU Di Desa Kauman

Pengendara motor yang melintas jaalan DPU

NataBeritaBeginilah kondisi jalan DPU di Dukuh Cekelan, Desa Kauman, Kecamatan, Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, sungguh memprihatinkan bagi warga yang melintasinya, karena jalan ini merupakan jalan akses utama bagi warga Desa Kauman. Keluhan masyarakat dan perangkat desa yang kurang direspons oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali, membuat sejumlah mayarakat mengeluh. "Piye pak bupati dalane kok koyo ngene? blekuk koyo sawah?", ucap warga sekitar.

Jalan adalah salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian disuatu Daerah. Jika kondisinya blekuk dan seperti kubangan kerbau, mustahil bisa mendongkrat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 tahun 2009 dijelaskan, penyelenggara jalan (Dinas Pekerjaan Umum) wajib segera dan  patut untuk memperbaiki jalan yang rusak.jadi kerusakan jalan yang ada didesa kauman kecamatan Wonosegoro Kabupaten boyolali adalah tanggung jawab Dinas Pekerjaan umum (DPU), bukan tanggung jawab desa. Masyarakat berharap agar perbaikan jalan DPU di Desa kauman kecamatan wonosegoro segera diperbaiki di tahun 2022.







Sumber: NataBerita


Saturday, May 24, 2014

Warga Tawuran karena Helm, Satu Orang Tewas

ilustrasi

Boyolali- Tawuran warga antar desa pecah gara-gara alasan sepele, kehilangan helm. Akibatnya, satu orang warga tewas akibat perkelahian tersebut.


Informasi yang diperoleh tim kami menyebutkan, tawuran terjadi antara warga Desa Ngaren dan Desa Kalimati, Kecamatan Juwangi, Selasa (13/5) siang.


Sementara korban meninggal yakni Agus Sriyanto, warga Desa Kalimati. Korban meninggal setelah dirawat di rumah sakit akibat luka berat yang dideritanya.


Camat Juwangi, Sucipto, saat dihubungi wartawan membenarkan adanya kejadian itu, Kamis (15/5). Menurut Sucipto, informasi yang diterimanya menyebutkan, perkelahian antarwarga itu bermula saat salah seorang warga Desa Ngaren ada yang merasa kehilangan helm. Warga menduga yang mengambil helm tersebut warga dari Desa Kalimati.


“Perkelahian terjadi di pertigaan Telawah, Desa Ngaren. Diduga dipicu masalah kehilangan helm. Sati orang warga Kalimati meninggal dunia hari ini tadi setelah dirawat di rumah sakit,” ungkap Camat.


Khawatir terjadi bentrok susulan karena ada korban jiwa pascabentrokan kemarin, menurut Sucipto aparat kepolisian dan jajaran Kodim mengerahkan personelnya untuk melakukan penjagaan di dua desa tersebut.


Mengantisipasi bentrokan lebih lanjut, Muspika menurut Sucipto akan menggelar pertemuan antara warga berikut pemerintah desa masing-masing. Pertemuan  akan dilakukan Jumat (16/5). Diharapkan pertemuan itu dapat meredam dan membuat kondusif suasana.


Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Parwanto menyatakan saat ini jajarannya berupaya membuat situasi kondusif. Sampai kemarin memang belum ada yang ditahan atau ditetapkan sebagai tersangka, namun menurut Kasat, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.


“Untuk upaya pengamanan, Polres Boyolali juga mengirimkan pasukan pengendali massa (Dalmas) untuk berjaga-jaga. Pasalnya sempat muncul kekhawatiran terjadinya bentrokan warga dengan massa yang lebih besar. Pengerahan pasukan Dalmas dilakukan mencegah bentrokan susulan,” ujarnya.

Sunday, April 27, 2014

Cabuli Mahasiswi Hingga Melahirkan, Ratusan Warga Sragen Serang Rumah Pimpinan Ponpes

BERANTAKAN- Sejumlah warga dan aparat kepolisian saat mengecek kondisi rumah ustadz Muh Syafii di Blantikan, Pilangsari, Ngrampal pasca dirusak ratusan warga, Jumat (25/4). Wardoyo

Boyolali—Rumah milik Muhamad Syafii, Pimpinan Ponpes dan Majelis Zikir Wa Taklim Banyu Bening di Dukuh Blantikan RT 17 RW VI, Desa Bener, Ngrampal menjadi sasaran penyerangan dan perusakan oleh lebih dari 200 warga, Kamis (24/4) malam. Amuk massa itu terjadi setelah warga tidak terima dengan tindakan Syafii yang diketahui telah mencabuli seorang mahasiswi berinisial NH (19) asal Dukuh Karangrejo RT 20, Bener, Ngrampal.
Tidak hanya itu, kemarahan warga juga dipicu atas kondisi NH yang kini diketahui sudah melahirkan seorang putri berusia enam bulan. Pihak orangtua dan warga sekitarnya yang tidak terima dengan ulah Syafii akhirnya nekat mendatangi rumahnya untuk membuat perhitungan.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aksi anarkis itu berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB. Entah dari mana mulanya, mendadak ratusan massa dari warga Karangrejo dan sekitarnya sudah berkumpul dan mengepung rumah Syafii. Namun, karena di dalam rumah sudah kosong, akhirnya massa melampiaskan kemarahan dengan merusak rumah beserta isinya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pasalnya, Syafii sedang berada di pondok pesantrennya yang berjarak 100 meter dari rumahnya, sebelum kemudian diamankan oleh petugas Polsek Ngrampal. Menurut salah satu saksi mata, Karno (35), warga Blantikan, aksi berlangsung hingga pukul 02.00 WIB hingga situasi dukuh tersebut menjadi mencekam.
“Saya sampai sini sekitar pukul 22.00 WIB sudah banyak orang ramai-ramai dan menyerang rumah Pak Ustaz (Syafii). Kalau pas kejadian, Pak Ustaz-nya itu ada di pondok lalu dijemput aparat Polsek. Kejadiannya sampai jam 02.00 WIB baru bubar,” ujarnya, kemarin.
Paman NH, Suparman (40), tidak menampik aksi perusakan itu memang ada benang merah dengan kejadian yang menimpa keponakannya itu. Menurutnya, pada Kamis (24/4) pukul 22.00 WIB, orangtua NH, Parmin, terlihat sangat syok dan kalap begitu mendengar pengakuan putrinya telah dinikahi siri dan melahirkan anak akibat perbuatan Syafii.
Parmin yang tak menyangka dan merasa tak pernah dimintai izin atau restu, malam itu juga langsung melaporkan perbuatan Syafii ke Polsek. Bersamaan dengan itu, ratusan warga lain secara spontanitas langsung mendatangi dan menyerang rumah Syafii.
Sementara, sejak kejadian malam itu, Syafii masih berada di Polres untuk dimintai keterangan. Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari alat bukti dan unsur-unsur pidana dalam kasus itu. Menurutnya, laporan yang diterima kepolisian hanya soal dugaan pencabulan terhadap NH, sedangkan perusakan rumah Syafii tidak dilaporkan.
Kasat Reskrim, AKP Yohanes Trisnanto menambahkan saat diinterogasi, Syafii memang mengakui telah menikahi NH secara siri dan siap bertanggung jawab. Menurut keterangan dari Syafii, nikah siri itu justru didorong oleh istrinya sendiri.









Source

Saturday, April 19, 2014

Cabuli Tetangga Kos 10 Kali, Mekanik Diciduk Polisi


Pacitan - Seorang pelajar kelas 2 SMA di Pacitan, Jawa Timur, dicabuli mekanik mobil yang tak lain tetangga kosnya, hingga hamil delapan bulan. Pelaku, Muhammad Anwas Saifudin, berdalih aksinya dilakukan atas dasar saling cinta. Namun, orangtua korban yang tidak terima melapor ke polisi.

Di depan penyidik Polres Pacitan, pemuda berumur 23 tahun ini hanya bisa tertunduk malu. Dia mengaku nekat menyetubuhi korban yang masih berusia 16 tahun karena cinta. Ia mengaku mencintai korban begitu pula sebaliknya. Bahkan hubungan layaknya suami istri itu sudah dilakukan sepuluh kali lebih di kamar kos korban atau kamar kos pelaku.

Alasan lain pelaku sengaja menghamili korban karena hubungan cintanya tidak direstui orang tua korban. Harapannya, jika korban hamil orang tua korban akan merestui pernikahan.
Ternyata perkiraan pelaku meleset, orang tua korban tidak mau menikahkan pelaku dengan korban. Bahkan orang tua korban marah karena anaknya yang masih sekolah sudah hamil dan langsung membuat laporan ke ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Sukimin menyatakan pihaknya akan menjerat pelaku dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Atas kejadian ini polisi berharap agar orang tua lebih mengawasi anaknya, terlebih pelajar yang kos dan jauh dari orang tuanya.

Kini korban yang tengah hamil 8 bulan tidak hanya menanggung malu, dia juga dikabarkan syok berat atas peristiwa yang dialaminya.









Source

Wednesday, April 16, 2014

Dikira Obat, Warga Repaking Boyolali Tewas Telan Urea

http://nataberita.blogspot.com/

Boyolali - Nasib tragis menimpa Nur Rahman (45), warga Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro. Ia mengalami keracunan akibat salah telan pupuk urea yang dikiranya obat. Korban akhirnya tewas meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari informasi yang diterima menyebutkan, kejadian tragis tersebut terjadi Senin (14/4) kemarin. Korban yang berprofesi sehari-hari sebagai petani itu, diduga tengah sakit sehingga butuh minum obat.

Namun, alih-alih obat betulan yang diambil, ternyata korban salah ambil obat, yakni salah mengambil botol minuman dengan botol yang berisi larutan pupuk urea di rumahnya. Akibatnya bukannya sembuh, korban malah semakin sakit. Mengetahui kondisi korban, keluarganya lantas membawa korban ke rumah sakit di Salatiga. Namun nahas, nyawa korban ternyata tak dapat diselamatkan.

Korban tewas di rumah sakit, Selasa (15/4). Kepala Desa (Kades) Repaking, Sugiyanto, saat dimintai konfirmasi wartawan membenarkan kejadian tragis yang menimpa warganya itu. Menurut informasi yang diterimanya, kejadian nahas tersebut tidak sengaja dilakukan korban. “Korban salah mengambil minuman yang ternyata berisi larutan pupuk urea. Kemungkinan korban salah menaruh obat pestisida di situ,” terang Kades. Kades menerangkan jenazah korban sudah dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
 
 
 
 
 
 
 
 

Wakapolsek Kemusu Boyolali Gantung Diri

ilustrasi

Boyolali - Jajaran Polres Boyolali berduka menyusul meninggalnya Wakapolsek Kemusu, Ipda Sukarno (46) yang tewas gantung diri, Senin (14/4) pagi. Diduga korban nekat bunuh diri lantaran menderita sakit yang tidak kunjung sembuh.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto membenarkan kejadian tragis yang menimpa anggotanya tersebut. Menurut Kapolres, korban diketahui gantung diri sekitar pukul 04.45 WIB. Korban ditemukan gantung diri di pohon jambu mete yang ada di samping rumahnya, yang beralamat di Dukuh Ngelo RT 11 RW IV, Desa Mojo, Kecamatan Andong. Korban ditemukan pertama kali oleh keluarganya sendiri.

Kejadian tersebut mengejutkan keluarga korban dan warga sekitar. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek setempat. Menurut Kapolsek, dari penyelidikan yang dilakukan petugas, tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian tragis ini. Korban tewas murni akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri. “Korban ditemukan gantung diri tadi pagi oleh keluarganya,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, kematian tragis Wakapolsek Kemusu ini tidak berkaitan dengan kedinasannya di Polri. Namun, motif korban sehingga nekat bunuh diri dikarenakan sudah lama menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh. Diketahui, korban menderita sakit ambeyen sudah cukup lama. Selain itu ada tanda-tanda korban juga menderita penyakit tumor. Dari keterangan saksi, Kapolres mengungkapkan, korban sebelum kejadian seringkali terlihat termenung, melamunkan sakit yang dideritanya.

Terkait kematian tragis anggotanya tersebut, Kapolres menyatakan prihatin. Namun pihaknya menyatakan hal tersebut dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Sebagai pimpinan di Polres Boyolali, Kapolres menegaskan dirinya selalu memberi arahan kepada anggotanya untuk selalu bersyukur. Menurut dia, tugas menjadi polisi tidak mudah. Meski demikian menjadi polisi menurut dia adalah kebanggaan dan mengemban tugas mulia.

Sementara itu jenazah korban yang baru saja lulus perwira sekitar dua bulan lalu itu, dimakamkan di pemakaman desa setempat, Senin siang. Selain keluarga dan warga sekitar, jajaran Polres Boyolali juga turut menghadiri pemakaman Wakapolsek Kemusu tersebut.








Sunday, April 13, 2014

Pelajar di Pasuruan Tertangkap Mesum di Kamar Mandi Masjid

 Pelajar di Pasuruan Tertangkap Mesum di Kamar Mandi Masjid

Pasuruan - Dua pelajar berinisial AIM (17) dan NS (16) melakukan perbuatan mesum di kamar mandi Masjid Pancasila, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/4/2014) siang.
Kedua bocah ini ditangkap oleh petugas keamanan yang mendapatkan informasi dari sejumlah warga. Mendapati informasi tersebut, petugas keamanan kemudian membuka paksa pintu kamar mandi, ternyata seorang dari pelaku sudah setengah telanjang.
"Kebetulan ada warga yang mengetahui dua anak ini masuk ke kamar mandi. Oleh petugas keamanan setempat keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Kelurahan. Kalau tidak cepat diamankan mereka tadi bisa dimasa," kata Kepala Lurah Dermo, Syamsul Anwar, Sabtu (12/4/2014).
Ia menuturkan, dari pengakuan kedua pelaku, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan bukan yang pertama kali mereka lakukan.
"Sebelumnya mereka satu sekolah (SMA) namun karena melakukan perbuatan serupa mereka dikeluarkan," pungkasnya.
"Saya cuma mau lihat dia pakai baju, tadi dia baru beli baju baru di Plaza. Saya tidak ngapa-ngapain di dalam," kata pelajar yang duduk dibangku kelas XI di sebuah sekolah swasta di Pasuruan ini.
Ia mengaku, sudah sekitar satu tahun menjalin hubungan dengan kekasihnya. Kepada sejumlah warga, pria bertubuh kurus ini mengaku baru kali ini melakukan perbuatan itu.
Kepala Lurah Dermo, Syamsul Anwar, menambahkan, setelah diamankan di Kantor Kelurahan Dermo, kedua orangtua pelaku kemudian dipanggil untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.









Source

Saturday, April 5, 2014

Gadis 16 Tahun Disetubuhi 4 Kali di Hutan & Rumah

      

Tuban - Seorang nelayan asal Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditangkap aparat Polres Tuban karena menyetubuhi gadis di bawah umur. Dalam semalam, pelaku menyetubuhi korban hingga empat kali.

Pelaku, Slamet Riyadi, mengakui menyetubuhi korban, WD (16), warga Kerek, Tuban.

Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, Kamis (3/4/2014), menuturkan, Slamet menyetubuhi korban di hutan dan rumah neneknya.

Korban lebih dulu dicekoki dengan pil karnopen hingga setengah sadar.

Menurut Elis, kejadian bermula saat korban bersama temannya, AY, bertemu dengan Slamet. Kemudian, korban yang hanya bersekolah hingga kelas VIII SMP itu diajak Slamet jalan-jalan menuju hutan di Desa Wangun, Kecamatan Palang, Tuban.

Di perjalanan, WD yang sudah dalam kondisi setengah sadar, dibawa masuk ke hutan atau sekira 100 meter dari jalan desa. Di sana WD disetubuhi dua kali.

Lalu, sekira pukul 22.00 WIB, korban dibawa pelaku ke rumah neneknya di Desa Pucangan, Kecamatan Palang. Di kamar sang nenek, Slamet kembali menyetubuhi WD sebanyak dua kali.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, Slamet mengantar korban ke rumah AY. Menyadari menjadi korban asusila, apda pagi harinya WD langsung melapor ke Polsek Brondong. Namun karena lokasi kejadian di luar wilayah Polsek Brondong, WD diarahkan untuk melapor ke Polsek Palang hingga kasus ini dilimpahkan ke Polres Tuban.

Elis menambahkan, pihaknya menyita barang bukti berupa satu celana dalam milik korban, celana jins pendek, dan baju lengan panjang warna biru. Barang-barang tersebut milik korban. Sedangkan dari pelaku, polisi menyita tikar yang digunakan sebagai alas untuk berhubungan intim di rumah serta dua butir pil karnopen.

Slamet kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tuban. Ia dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Saturday, March 29, 2014

Polisi Reka Ulang Pembuangan Bayi Simo

REKONSTRUKSI- Tersangka KR, ibu kandung yang membuang bayi di Kali Nanas Simo, tengah menjalani adegan rekonstruksi, Rabu (26/3). Joglosemar|Ario Bhawono

Boyolali - Jajaran Polres Boyolali menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembuangan jasad bayi dengan tersangka KR (20), warga Simo, Rabu (26/3). Kasus pembuangan bayi ke sungai tersebut terjadi pada akhir Februari kemarin.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka KR tampak melakoni adegan-adegan reka ulang dengan tabah. Reka ulang dilakukan dalam dua sesi, yakni 13 adegan pada sesi pertama dan lima adegan pada sesi kedua. Jalannya rekonstruksi dilakukan di samping Polres Boyolali dengan pemilihan lokasi yang mirip Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebenarnya.

Beberapa adegan di antaranya yakni saat KR melahirkan di dalam kamar rumahnya tanpa bantuan orang lain. Saat dilahirkan, kondisi bayi masih hidup dan sempat menangis. Tersangka kemudian memotong tali pusar bayi dengan kuku tangannya. Bayi yang baru lahir tersebut kemudian bayi tersebut dibungkus dengan jarik dan ditempatkan dalam keranjang. Kemudian tersangka mandi dan lantas pergi ke toko untuk bekerja. Pulang dari bekerja, tersangka memeriksa bayinya ternyata sudah tidak bernapas kemudian berniat membuangnya ke sungai.

Terkait jalannya rekonstruksi ini, Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasat Reskrim AKP Parwanto menyatakan, reka ulang ini dibutuhkan untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersangka yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali untuk proses hukum selanjutnya. Ditegaskan Kasat, tersangka merupakan ibu kandung jasad bayi yang dibuang di sungai tersebut. Bayi itu merupakan hasil hubungannya dengan pacarnya, Yudha Nugroho (20), warga Semarang. Hanya saja sampai saat ini keberadaan Yudha belum diketahui. Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad bayi yang terapung di Sungai Nanas, Simo pada Februari lalu. Dari hasil penyelidikan petugas, akhirnya diketahui pelaku pembuang bayi tersebut yakni tersangka KR, yang merupakan ibu kandung bayi tersebut.

Sedangkan dari hasil otopsi forensik RS Dr. Moewardi Surakarta, penyebab kematian bayi perempuan yang ditemukan tewas di sungai tersebut karena kesulitan dalam bernafas. Selain itu, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada jasad bayi. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 341 KUHP atau 342 KUHP jo 181 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun.
 
 
 
 
 
 
 
 

Saturday, March 1, 2014

Fuad Perkosa Cewek Swedia Sambil Ditonton Temannya

ilustrasi (Okezone)

Denpasar - Seorang wisatawan asal Swedia berinisial SR (27) menjadi korban perkosaan di hotel tempatnya menginap di Kuta, Bali. Tragisnya, pemerkosaan itu disaksikan oleh dua rekan pelaku lainnya.

Apes yang menimpa wanita yang bekerja sebagai operator call center Kepolisian di Swedia. Hal tersebut terjadi pada 21 Ferbruari 2014 lalu sekira pukul 01.00 Wita.

Kasusnya sudah dilaporkan ke Polresta Denpasar dan seorang saksi telah diperiksa namun sampai saat ini pelaku belum ditangkap.

Menurut pengakuan korban sebagaimana disampaikan ke kuasa hukumnya Agustinus Nahak, perkosaan itu terjadi saat korban bertemu ketiga pelaku di sebuah minimarket.

Setelah perkenalan, mereka terlibat pembicaraan dan minum bareng di dekat Bali Hotel Sandat Jalan Benesari, Kuta.

Sampai kemudian tanpa diketahui korban, pelaku mencampurkan minuman sejenis arak dan mencekokinya. Wanita yang menikah dengan warga negara Indonesia itu lalu merasakan pusing dan kepala berat.

“Korban kemudian dibopong pelaku ke kamar dan dalam keadaan lemah dipaksa melakukan hubungan seksual,“ ujar Agustinus yang Ketua DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali saat jumpa pers, Jumat (28/2/2014).

Di kamar 324 itulah, korban dipaksa melayani nafsu pelaku Fuad Fauzi asal Jember Jawa Timur. Korban sempat melakukan perlawanan sehingga ia mengalami kekerasan fisik yang dilakukan pelaku.

Mirisnya, dua saksi yang rekan pelaku bukannya menolong korban atau mencegah perbuatan Fuad justru hanya menonton saja. “Dua rekan pelaku itu justru membiarkan tindak perkosaan terjadi,“ imbuh Agustinus didampingi Intan Prihatina dan anggota HAMI lainnya.

Lantaran korban terus berontak akirnya mereka kabur bahkan beberapa barang pelaku ketinggalan di kamar seperti dompet berisi KTP Fuad.

Pihaknya berharap kasus itu mendapat perhatian Kepolisian dengan segera menangkap pelaku dan segera memproses hukum. “Korban pascakejadian sering mengurung diri di kamar bahkan suaminya juga kesulitan berkomunikasi,“ imbuhnya.

Saat kejadian itu, suami korban tengah berada di Jakarta. Suami korban juga mendukung pelaporan kasus itu ke Kepolisian.

Kasus itu masih ditangani unit PPA Polresta Denpasar dengan sangkaan Pasal 285 KUHP kekerasan seksual yang dinilai sudah terpenuhi unsurnya.

“Kami berharap Kepolisian dan pemerintah memberi perhatian kasus yang menimpa warga asing karena bisa merusak citra pariwisata Bali,“ tukasnya.








Source

Friday, February 28, 2014

Tersangka Pembuang Bayi di Sungai Ditangkap

Tersangka Pembuang Bayi

Boyolali - KR (20), warga Kecamatan Simo harus rela mendekam di tahanan Mapolres Boyolali, Rabu (26/2). Tersangka ditangkap lantaran membuang bayi hasil hubungan di luar pernikahan ke sungai setempat. Bayi perempuan yang baru saja dilahirkannya itu ditemukan dalam kondisi tewas.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Parwanto mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari temuan mayat bayi yang dibuang di sungai Nanas oleh warga setempat, Senin (24/2) siang. Dari penyelidikan petugas, akhirnya diketahui ibu yang membuang bayi tersebut, yakni KR.

Dari keterangan tersangka bayi tersebut merupakan hasil hubungannya dengan pacarnya, Yudha Nugroho (20), warga Semarang. Keduanya berpacaran saat tersangka masih bekerja di Semarang. Sedikitnya lima kali perbuatan terlarang itu dilakukan tersangka di kosan Yudha.

Namun setelah tersangka mengetahui dirinya hamil, ternyata sang pacar tidak mau bertanggungjawab dan menghilang. ironisnya, tersangka juga tidak mengetahui alamat pacar. Akhirnya tersangka pun pulang, kembali ke rumah orangtuanya di Simo dan bekerja di toko setempat. Kepada keluarga, tersangka terus merahasiakan kehamilannya. Hingga kemudian pada Minggu (23/2) kemarin sekitar pukul 01.30 WIB, tersangka merasa sakit perut dan keluar lendir saat di kamar mandi. Paginya sekitar pukul 07.00 WIB, tersangka melahirkan bayi perempuan. Tersangka melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Saat dilahirkan, kondisi bayi masih hidup dan sempat menangis. Tersangka kemudian memotong tali pusar bayi dengan kuku tangannya dan kemudian bayi tersebut dibungkus dengan jarik dan ditempatkan dalam keranjang. Setelah  mandi, tersangka kemudian pergi bekerja ke toko dan baru pulang sekitar pukul 21.00 WIB malam. Sesampainya di rumah, tersangka segera memeriksa bayinya dan menemukannya sudah tidak bernapas. Tersangka lantas berniat membuang bayinya.

Bayi perempuan itu kemudian dibuang tersangka ke Sungai nanas Senin (24/2) pagi sekitar pukul 09.00 WIB saat ia hendak berangkat. Bayi itu dibuang dengan dibungkus plastik. Usai membuang bayinya. Kasus ini terungkap setelah warga menemukan mayat bayi yang dibuang di sungai. Warga kemudian melaporkan temuan bayi itu ke polisi. “Dari penyelidikan termasuk hasil olah TKP yang ada jejak darah serta keterangan saksi-saksi,  sore harinya kami menangkap tersangka dan dia mengakui perbuatannya,” ungkap Kasat.

Sementara itu dari hasil otopsi forensik RS Dr. Moewardi Surakarta, korban bayi perempuan yang ditemukan tewas di sungai tersebut, dilahirkan dalam kondisi cukup bulan. Penyebab kematian bayi disebabkan karena kesulitan dalam bernafas. Selain itu tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada jasad bayi. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 341 KUHP atau 342 KUHP jo 181 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun.








Wednesday, February 19, 2014

Potensi Hujan Masih Tinggi, Lahar Dingin Kelud Ancam Pemukiman

 (Foto: Ant/Trial)

Malang - Lahar dingin masih mengancam di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Pasalnya, potensi hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga tinggi diprediksi turun hingga sepekan ke depan.

Kepala Seksi Observasi, Analisa, dan Informasi BMKG Karangploso, Malang, Rahmatullah Aji, menjelaskan, hujan diprediksi terus mengguyur terutama di dataran tinggi seperti daerah sekitar Gunung Kelud; Ngantang, Pujon; dan Kediri serta Blitar.

"Hujan dikhawatirkan membawa longsoran material vulkanik sehingga warga harus waspada," kata Rahmatullah saat dihubungi salah satu wartawan, Rabu (19/2/2014).

Menurutnya, curah hujan tidak merata dan tersebar di beberapa titik, tergantung titik-titik awan yang berkumpul di kawasan itu. Kecepatan angin masih normal di kisaran 30 kilometer per jam.

Sementara itu, ratusan warga Dusun Selangon, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang, masih terisolir karena jembatan dusun putus diterjang banjir lahar dingin sejak kemarin petang.

Kabid Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setyono, mengatakan, ada 312 warga di Dusun Selangon. Mereka berada di titik aman dari erupsi Kelud, tapi warga tidak bisa keluar karena jembatan putus. "Petugas sudah mencari jalur alternatif untuk memasok logistik," kata Bagyo.









Kemenhub Pastikan Lusa Bandara Adi Sumarmo Dibuka

 Warga saat melihat suasana Bandara Adi Sumarmo (Foto: Bramantyo/okezone)

Solo - Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Muhammad Alwi memastikan, Bandara Internasional Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, akan kembali dioperasionalkan pada Kamis 20 Pebruari 2014.

"Bandara sudah bisa dipergunakan resmi pada Kamis besok mulai pukul 07.00 WIB, kalau Rabu (19 Februari) belum bisa," kata Alwi dalam konfrensi pers di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Selasa (18/2/2014).

Keputusan tersebut dibuat setelah rapat koordinasi yang melibatkan TNI AU serta mempertimbangkan semua laporan masuk, termasuk laporan BMKG.

Arus lalu lintas udara di atas bandara Adi Sumarmo, lanjut Alwi, masih belum bersih dari abu vulkanik hingga Rabu besok, sehingga sangat membahayakan jika masuk ke dalam mesin jet pesawat.

"Lusa, Adi Sumarmo sudah bisa didarati pesawat seperti biasannya. Hanya empat pesawat ini saja Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya, dan Kalstar yang belum boleh terbang sebelum ada pemeriksaan secara detail, menyangkut kondisi pesawat yang sudah lama parkir sejak hujan abu," jelasnya.

Dibandingkan Bandara Juanda dan Lima bandara lainnya di bawah Wilayah III Surabaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bandara Adi Sumarmo termasuk yang paling parah terkena abu vulkanik Gunung Kelud.

"Untuk Juanda, pembersihan bisa segera dilakukan siang malam dan udara serta arus lalu lintas di atasnya sudah bersih. Kalau di sini beda, debu vulkanik tebal dan udara di atas belum bersih sangat berbahaya untuk penerbang," paparnya.








Dukun Cabul Setubuhi Sepuluh Remaja Wanita

 http://nataberita.blogspot.com/

Surabaya - M Bandiono, warga Kejanmbon, Surabaya, ditangkap petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pria berusia 50 tahun itu diduga mencabuli 10 remaja perempuan dengan modus mengaku sebagai dukun.

Kepala Unit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi mengatakan, setidaknya hingga saat ini ada tiga remaja yang telah melaporkan perbuatan tersangka.

"Yang baru kami periksa sudah ada tiga gadis di bawah umur," kata Suratmi di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (18/2/2014).

Kata Suratmin, dari pemeriksaan sementara terhadap tersangka, ada tujuh remaja lagi yang menjadi korban. Dia juga menjelaskan, dari tiga remaja yang telah melapor, satu di antaranya sedang hamil karena berhubungan intim dengan kekasihnya.

Dia mengatakan, modus tersangka dalam menjalankan aksi cabul dengan mengatakan bisa mengatasi masalah korban. Contohnya, kepada korban yang sedang hamil. Syaratnya, korban harus berhubungan badan dengan tersangka.

"Tersangka lalu menawarkan sebagai solusi, dengan menyetubuhi korban di tempat praktiknya, di Jalan Kejambon, Surabaya," terangnya.

Tersangka ditangkap di kediamannya di Jalan Kejambon. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.








Saturday, February 15, 2014

Abu Kelud Tebal, Bandara Adi Sumarmo Ditutup

DSCF8797

Solo - Bandara Adi Sumarmo Solo mulai jumat (14/2) ditutup hingga waktu yang belum ditentukan, karena abu vulkanik letusan Gunung Kelud yang cukup tebal. General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo, Abdullah Usman saat dikonfirmasi menjelaskan adanya penutupan Bandara Adisumarmo. “Bandara ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Kita masih menunggu hingga kondisi Bandara memungkinkan dibuka lagi,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi Joglosemar, Jumat (14/2) pagi.

Pantauan kami, wilayah sekitar Bandara pada Jumat (14/2/2014 pagi memang disleimuti abu yang cukup tebal sehingga mengganggu jarak pandang mata. Jarak pandang maksimal sekitar 10 meter.

Sementara di Kota Solo, sejumlah jalan sepi karena masyarakat memilih menunggu hingga hujan abu vulkanik mereka. Pantauan di pertokoan Coyudan, sebagian besar tutup.









Ketebalan Abu Vulkanik di Solo Mencapai 5 Cm

hujan abu vulkanik

Solo - Hujan abu akibat letusan Gunung Kelud sejak subuh menyelmuti kota Solo hingga Yogyakarta, Jumat (14/2). Di Solo abu vulkanik turun merata dengan ketebalan antara 2-5 sentimeter. Hingga pukul 10.00, hujan abu di Solo dan sekitarnya belum mereda. Sejumlah sekolah diliburkan akibat hujan abu yang tidak mereda.

Hujan abu vulkanik mebuat jarak pandang hanya sekitar lima meter sehingga membahayakan pengguna jalan.

Pada pagi hari jalan-jalan di Solo bak kota mati karena abu tebal yang menyelimuti jalan. Sebagian warga memilih untuk tidak keluar rumah. Jalan Slamet Riyadi, Adi Sucipto dan sejumlah jalan lain diselimuti abu tebal. Di daerah Manahan, ketebalan mencapai 4 sentimeter. Wilayah pertokoan Coyudan juga tutup karena gangguan abu Kelud.

Tyas warga Sukoharjo menyebutkan abu vulkanik mulai tampak sejak subuh. Bahkan hingga pagi hari hujan abu vulkani belum mereda.











Sunday, February 9, 2014

Ratusan Siswa SD Baca Koran Massal

 BACA KORAN- Siswa SDN Randu Kecamatan Cepogo membaca koran secara massal dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional, Jumat (7/2). Joglosemar|Ario Bhawono

Boyolali - Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) serta untuk meningkatkan minat baca siswa, ratusan siswa SDN Randu, Kecamatan Cepogo melakukan kegiatan membaca koran massal, Jumat (7/2).  Dalam kegiatan yang dilakukan di halaman sekolah tersebut, masing-masing siswa membawa dan membaca korban dari berbagai media.

Sebagian siswa terutama yang sudah besar, terlihat komat-kamit membaca dengan lancar. Namun sebagian siswa yang masih kecil, terpaksa harus mengeja dengan suara keras melafalkan berita di dalam koran yang mereka bawa. Sebagian lagi tampak asyik membuka lembar demi lembar halaman koran melihat gambar foto. Kepala SDN Randu, Sri Dadiyo mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memperingati HPN yang akan jatuh pada 9 Februari besok. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengajarkan  siswa untuk mengapresiasi kerja jurnalistik. “Kegiatan ini juga untuk menanamkan gemar membaca sejak dini  kepada anak,” ungkap Sri Dadiyo.

Lebih lanjut menurut dia, kinerja dunia jurnalistik pada dasarnya aplikasinya sama dengan pendidikan di sekolah, yakni mensyaratkan kemampuan baca dan menulis. Sehingga pihaknya sengaja mengaplikasikan pembelajaran dengan metode jurnalistik kepada anak didik, terutama sebagai metode pembelajaran baca tulis.

“Tentunya sangat berpengaruh positif pada perkembangan anak jika sejak dini sudah memiliki kebiasaan membaca,” jelas dia.

Sehingga bertepatan dengan momentum HPN ini, pihaknya sengaja ikut memperingatinya dengan tujuan lebih mengenalkan siswa pada dunia jurnalistik. Dengan kegiatan ini diharapkan para anak didik dapat lebih semangat belajar, serta tidak kalah pentingnya dapat menumbuhkan cara berpikir kritis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Kegiatan membaca koran massal ini disambut gembira para siswa. Meski kebanyakan mengaku jarang membaca koran, namun  berkegiatan di luar ruangan cukup membuat mereka senang. “Saya sukanya baca komik, tapi baca koran bersama-sama juga menyenangkan, soalnya bisa sambil bermain,” tutur Misya Ayu Sariastuti (9), siswi kelas 4 SDN Randu.









Source

Monday, January 27, 2014

Jalan Utama ke Nogosari Boyolali Rusak Parah

JALAN RUSAK- Jalan Mangu-Nogosari rusak parah sejak tiga tahun terakhir ini. Jalan ini rusak karena dilewati kendaraan dengan muatan berat. Joglosemar|Ario Bhawono

Boyolali - Jalan utama menuju atau penghubung ke Kecamatan Nogosari mengalami kerusakan yang  sangat parah. Kerusakan terjadi diruas jalan dari arah Kecamatan Simo maupun jalan tembus ke Pasar Mangu, Kecamatan Ngemplak atau arah bandara Adi Soemarmo.

Kondisi jalan Simo-Nogosari rusak parah hampir sepanjang satu kilometer. Kerusakan tak hanya karena adanya lubang jalan, namun hampir seluruh lapisan aspal terpecah bahkan ada ruas jalan yang juga mencuat hingga 30 sentimeter. Imbasnya, kendaraan roda empat khususnya yang kaki-kaki pendek seperti sedan dipastikan akan nggasrut dan terjebak. Kondisi ini diperparah tiadanya penerangan sehingga jalan sangat gelap saat malam hari.

Selain jalan penghubung Simo-Nogosari, jalan utama yang menuju ke Pasar Mangu atau bandara juga rusak berat hampir sepanjang dua kilometer. Kerusakan paling parah di sekitar Dukuh Bulu, Desa Tegalgiri, Nogosari. Kerusakan terjadi antara Desa Genting hingga Pilangsari. Selain menghambat lalu lintas, kerusakan jalan ini cukup berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pasalnya, selain lebar jalan yang hanya sempit, jalan juga berkelok-kelok dan banyak tanjakan maupun turunan.

Kerusakan jalan ini semakin parah dan berpotensi kecelakaan selama musim penghujan ini. Pasalnya, seringkali lubang jalan berubah menjadi kubangan. Sehingga jika pengemudi tidak ekstra hati-hati, selain dapat terperosok ke dalam lubang juga bisa terjatuh karena terpeleset licinnya jalan.

 Marni (35), salah satu warga sekitar yang berjualan di tepi jalan Dukuh Bulu menuturkan, kerusakan jalan ini sudah terjadi sekitar tiga tahun lalu. Namun hingga saat ini menurut dia belum ada upaya perbaikan secara permanen. “Memang pernah ada upaya menimbun lubang-lubang dengan tanah bekas material, tapi tak lama rusak lagi,” tutur dia akhir pekan kemarin.

Camat Nogosari, Wagino membenarkan kerusakan jalan di wilayahnya tersebut. Camat mengatakan  kerusakan jalan ini akibat lalu lintas kendaraan berat seperti truk pasir maupun angkutan berat untuk proyek tol. Selain itu jalur tersebut juga sering dilalui truk pasir dengan tujuan Grobogan.

Camat mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar bahwa jalan  tersebut akan diperbaiki. Menurut dia perbaikan dilakukan setelah proyek tol selesai. “Tahun ini sudah dianggarkan,” imbuh dia.