Thursday, December 5, 2019

Liverpool Tanpa Alisson Backer dan Fabinho





Nataberita- Liverpool takkan diperkuat kiper utama mereka, Alisson Becker, dalam derby kontra Everton nanti. Dia harus menepi akibat skorsing.


Pemimpin klasemen Liverpool akan menjamu sang rival sekota dan peringkat 17 Everton di Anfield pada pekan ke-15 Premier League2019/20, Kamis (05/12/2019). Pertandingan ini akan ditayangkan di TVRI, dengan kick-off pukul 03:15 WIB.

Alisson mendapatkan kartu merah saat melawan Brighton akhir pekan kemarin. Posisinya di bawah mistar Liverpool bakal digantikan oleh Adrian untuk laga ini.

Sementara itu, dari kubu Everton, Theo Walcott sudah pulih dari sakit dan bisa dimainkan. Namun, kondisi Seamus Coleman (cedera rusuk) dan Fabian Delph (cedera hamstring) masih sangat meragukan.

Jean-Philippe Gbamin (cedera paha) dan Andre Gomes (cedera engkel) masih cukup lama sembuhnya.



Susunan Pemain 


Liverpool (4-3-3): Adrian; Robertson, Van Dijk, Lovren, Alexander-Arnold; Wijnaldum, Henderson, Milner; Mane, Firmino, Salah.


Info skuad: Alisson (skorsing), Clyne (cedera), Matip (cedera), Fabinho (cedera).

Everton (4-2-3-1): Pickford; Digne, Keane, Mina, Sidibe; Schneiderlin, Davies; Richarlison, Sigurdsson, Iwobi; Calvert-Lewin.

Info skuad: Gomes (cedera), Gbamin (cedera), Martina (cedera), Delph (meragukan), Coleman (meragukan).




Tuesday, December 3, 2019

Kontroversi Jika Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dihapus, SMA Cuma 6 Mata Pelajaran





Nataberita- Rencana mengubah kurikulum pendidikan menuai kontroversi. Dalam kurikulum baru nanti, mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA akan dihapus.
Pelajaran Bahasa Inggris difokuskan pada percakapan, bukan tata bahasa. Sehingga anak SD diharapkan sudah mampu berkomunikasi bahasa Inggris sejak SD.

Selain itu, jumlah mata pelajaran (mapel) di SMP maksimal 5 mapel dengan basis utama pembelajaran pada Coding. Sedangkan di SMA maksimal 6 mapel tanpa penjurusan lagi. Siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK.

Wacana penghapusan mapel Bahasa Inggris dan pengurangan mapel di SMP dan SMA merupakan usulan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

IGI sendiri mengusulkan 10 butir perubahan yang disebutnya revolusi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

10 butir itu diusulkan IGI saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengundang 22 organisasi guru dan komunitas guru pada 4 November 2019.

Pada kesempatan tersebut, 22 organisasi guru menyampaikan usulannya masing-masing kepada Nadiem Makarim, termasuk IGI.

Sayangnya, setelah pertemuan itu, 10 butir usulan IGI diviralkan di media sosial. Bahkan, judulnya diganti menjadi “GEBRAKAN NADIEM”. Padahal, yang benar adalah usulan IGI.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim mengatakan, IGI mengusulkan agar bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran (mapel) utama di SD.


”Karena itu, mapel bahasa Inggris dihapus untuk SMP dan SMA. Karena sudah dituntaskan di SD,” kata Ramli, seperti dilansir Jawapos.com, Senin (18/11/2019).


Pembelajaran bahasa Inggris, lanjut Ramli, sebaiknya lebih difokuskan untuk mengajarkan percakapan. Bukan tata bahasa. Kemudian, untuk SMP, tidak boleh lebih dari lima mapel yang diajarkan kepada siswa. Sedangkan di SMA maksimal ada enam mapel tanpa penjurusan.


”Siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK,” terang Ramli.


Karena SMK fokus mengajarkan keahlian tertentu, muncul wacana untuk menggunakan sistem SKS (satuan kredit semester).


Dengan begitu, siswa yang dianggap pintar dan lebih cepat menguasai keahlian tertentu bisa lulus setelah dua tahun saja menempuh pembelajaran (kegiatan belajar-mengajar) di sekolah. Sedangkan siswa yang lambat menyerap ilmu bisa sampai empat tahun untuk lulus.


Menurut Ramli, dalam pertemuan 4 November lalu, Mendkbud Nadiem Makarim mengusulkan agar ujian kelulusan SMK tidak hanya normatif. Lebih ke praktis untuk mengukur keterampilan dan keahlian siswa.


”SMK tidak boleh kalah dengan balai latihan kerja yang hanya 3, 6, atau 12 bulan,” ujarnya.


Sementara itu, Nadiem menyatakan hanya mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan dan mengelola sumber daya manusia Indonesia agar lebih maju.


Menurut dia, mengubah kurikulum itu tidak hanya mengubah konten. Esensinya adalah menyederhanakan dan mengubah cara penyampaian materi kepada siswa untuk tidak sekadar menghafal.


”Dan itu adalah PR (pekerjaan rumah, Red) saya untuk bisa mengubahnya. Tapi, itu bukan sesuatu yang bisa diubah dalam waktu cepat. Dibutuhkan pemikiran yang sangat matang dan masukan dari para guru dan pihak lain. Jadi, penyempurnaan, penyederhanaan, dan perubahan kurikulum itu saya mengacu pada guru,” beber mantan CEO Gojek tersebut.


Sebab, kata Nadiem, gurulah yang paling mengetahui apa yang dibutuhkan siswa-siswanya.
Menurut Nadiem, guru-guru era sekarang sudah canggih. Mampu menggunakan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


Dengan teknologi, guru bisa bebas memilih konten seperti apa yang cocok dengan materi pelajaran. Dengan begitu, banyak inovasi yang akan muncul.


”Namun, yang perlu diingat, teknologi tidak bisa menggantikan peran seorang guru. Sebab, pembelajaran yang sesungguhnya adalah adanya koneksi batin antara guru dan siswa. Teknologi adalah alat, bukan segalanya,” tutur dia.

Sejumlah Pemain Incaran Liverpool Januari Mendatang


Nataberita- Liverpool terus menunjukkan penampilan impresif pada musim 2019-2020 terutama di Liga Inggris. Tim asuhan Jurgen Klopp itu belum terkalahkan hingga pekan ke-14 dengan rincian 13 kemenangan dan satu hasil imbang. Akan tetapi, Liverpool tidak akan bermain bagus selamanya apalagi saat ada pemain cedera.

Sekarang salah satu pemain inti Liverpool, Fabinho menderita cedera hingga awal tahun depan. Untuk saat ini absennya Fabinho masih dapat ditutupi oleh pemain lain. Akan tetapi, saat ada lebih dari satu pemain inti yang cedera maka Liverpool disinyalir akan kerepotan terlebih di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Untuk mengatisipasi semua itu Liverpool berencana membeli pemain baru pada bursa transfer musim dingin 2020 bisa jadi solusi untuk Liverpool agar tetap kompetitif. Berikut tiga pemain incaran Liverpool pada Januari 2020, menukil dari Sportskeeda, Senin (2/12/2019).


1. Jadon Sancho (Borussia Dortmund)

https://nataberita.blogspot.com

Pemain Borussia Dortmund, Jadon Sancho merupakan sosok yang jadi perbincangan di sepakbola Eropa sejak musim lalu. Permainan Sancho disinyalir akan amat cocok dengan Liverpool asuhan Klopp. Kreatifitas yang dimiliki Sancho akan membuat lini tengah Liverpool yang lebih banyak diisi gelandang petarung jadi lebih apik dalam membangun serangan.


Sancho sejatinya berposisi sebagai sayap tetapi pemain berpaspor Inggris itu juga bisa bermain sebagai gelandang serangan di belakang penyerang utama. Menilik manfaat yang akan didapatkan Liverpool jika merekrut Sancho maka penggawa Dortmund itu amat layak masuk dalam daftar nama pemain incaran Klopp di Januari 2020.



2. Danny Da Costa (Eintracht Frankfurt)


Danny Da Costa merupakan andalan Eintracht Frankfurt di sisi kanan pertahanan. Kepiawaian Costa dalam bertahan serta membantu serangan amat membantu Frankfurt pada musim ini. Costa merupakan sosok yang tepat untuk menjadi pelapis dari Trent-Alexander Arnold.


Trent merupakan andalan Liverpool dalam melakukan serangan selain Andy Robertson di sisi kiri. Kedua pemain itu merupakan andalan Liverpool dalam melancarkan serangan ke pertahanan lawan. Akan tetapi, saat satu di antara mereka cedera maka Liverpool akan memiliki masalah. Apalagi Liverpool hanya memiliki James Milner dan Joe Gomez sebagai pelapis dua bek sayap tersebut. Costa dapat menambah pilihan Klopp di sisi kanan pertahanan Liverpool.



3. Ryan Fraser (Bournemouth)


Ryan Fraser merupakan pemain milik Bournemouth yang tampil cemerlang dalam dua musim terakhir. Pemain berpaspor Skotlandia itu mampu membuat delapan gol dan 15 assist untuk Bournemouth pada musim lalu. Penampilan impresif itu pun dilanjutkan Fraser pada musim ini.


Fraser aktif dalam membantu serangan setiap kali Bourneouth mendapatkan kesempatan mencetak gol. Kelincahan Fraser menyisir pertahanan lawan membuatnya mengoleksi satu gol dan tiga assisthingga pada musim ini. Kualitas Fraser belum banyak dilirik tim-tim besar lain sehingga Liverpool akan mudah mendapatkannya andai mengajukan tawaran pada Januari 2020.