Sunday, December 22, 2013

Gara-gara SMS Mesum, Kades di Sragen Laporkan Warganya

 Ilustrasi

Sragen—Kepala Desa (Kades) Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Heru Setyawan alias Wawan nekat melaporkan salah satu warganya, Tomi Margono ke Mapolsek Gondang, Kamis (19/12). Aksi itu dilakukan hanya gara-gara pesan singkat (SMS) berisi pertanyaan seputar kabar dugaan perselingkuhan Kades dengan salah satu petugas kesehatan di desa tersebut.

Akibat SMS itu, Tomi yang tinggal satu RT dilaporkan dengan tuduhan telah mencemarkan nama baik Wawan. Informasi yang berhasil dihimpun, insiden pelaporan itu bermula dari beredarnya SMS ke sejumlah warga di Desa Tegalrejo. Pesan singkat dari nomor tak dikenal itu kurang lebih berisikan bahwa Kades tepergok mesum dengan salah satu tenaga medis di desa setempat. Rupanya pesan singkat ini sampai ke salah satu warga yang tinggal di dekat balai desa. Karena penasaran warga itu kemudian menyampaikannya ke Kades yang langsung memanggil Tomi sebelum kemudian menghakimi serta melaporkannya ke Polsek.

Saat dimintai keterangan di Polsek Gondang, Tomi mengakui sebenarnya tidak bermaksud menyebarkan SMS soal kabar dugaan perselingkuhan Kadesnya itu. Menurutnya, ia hanya mengirimkan SMS ke salah satu warga di dekat balai desa dengan maksud agar diklarifikasi kebenarannya ke Kades. Ia juga menguraikan jika SMS di HP-nya itu juga didapat dari nomor tidak dikenal pada Rabu (18/12).

“Sebagai warga saya menerima SMS seperti itu kan wajar pengin klarifikasi. Nah, saya kirim ke dia (warga dekat balai desa) agar disampaikan ke Pak Kades apa benar atau tidak, kok ada SMS seperti itu. Nggak ada niat untuk menyebarkan karena saya juga nggak tahu orang yang ngirim SMS itu siapa. Dan yang dapat SMS itu juga nggak cuma saya, ada 10-an warga yang dapat juga,” urainya.

Sementara Wawan, membantah isi SMS. Ia mengaku merasa dirugikan dengan kabar miring itu karena telah mencatut nama baiknya sebagai pejabat pemerintahan. “Saya sebagai lurah merasa dirugikan. Terlepas benar atau tidak, image masyarakat pasti bakal negatif,” ujarnya.

Tindakannya melaporkan Tomi ke Polsek, tambah  Wawan, sebenarnya hanya ingin memberi efek jera. Namun, ia tetap meminta bantuan kepada aparat kepolisian untuk mencari pelaku utama yang mengirim SMS tersebut karena sudah dianggap meresahkan warga. Hingga berita ini diturunkan, kasus pelaporan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sementara, Kapolsek Gondang, AKP Sudarman mengatakan pihaknya tetap berharap persoalan itu sebisa mungkin diselesaikan di internal keduanya secara kekeluargaan terlebih dahulu.





No comments:

Post a Comment