Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Beginilah Suasana Sore Hari di Mars

http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita — Sore hari di Bumi, Matahari berada di sisi barat dan langit berwarna biru muda dengan sedikit awan putih. Bagaimana dengan di Mars?

Seorang desainer grafis dan peminat keantariksaan, Jason Major, mengonstruksi suasana sore di Mars dengan lima gambar yang diambil kamera Mastcam di wahana antariksa Curiosity.

"Saya menaruhnya di Photoshop, menggabungkan dengan bantuan obyek sebagai penanda, sedikit membersihkannya, meng-crop hasilnya dan melakukan sedikit kloning di bawah kanan gambar untuk mengisi bagian yang kosong," ungkapnya di Universe Today, Jumat (28/3/2014).

Berdasarkan konstruksi Major, suasana sore di Mars berbeda dengan Bumi. Di Mars, sore lebih bernuansa kuning.

Di Kimberley, pemandangan pada sore hari didominasi oleh tanah berdebu dan batu pasir. Sore hari di wilayah itu gersang dan terik.

Curiosity adalah wahana antariksa milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menjelajahi Mars sejak Agustus 2012 lalu. Mastcam sendiri ialah salah satu kamera mumpuni yang dimiliki Curiosity, mampu mengambil citra dan video berwarna beresolusi tinggi.

Lima foto yang kemudian diolah hingga menghasilkan panorama sore di Mars itu diambil Mastacm pada Kamis (27/3/2014) lalu.

Saat itu, Curiosity tengah berada di wilayah Mars yang disebut Kimberley. Target Curiosity adalah Gunung Sharp.

Tim ilmuwan yang menjalankan misi Curiosity berencana akan melakukan pengeboran pada batu pasir di Kimberley. Pengeboran akan dilakukan dengan instrumen CHIMRA, sebuah instrumen mirip sekop dan penampungnya.

Sudah hampir dua tahun Curiosity menjalankan misi di Mars. Selain foto, wahana ini juga berhasil menguak fakta berharga tentang Mars, di antaranya keberadaan air.









Monday, January 27, 2014

Ditemukan, Jenis Baru Lumba-lumba yang Hidup di Sungai

 http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita — Spesies baru lumba-lumba sungai ditemukan di Brasil. Temuan ini merupakan yang pertama kali sejak temuan terakhir sebelumnya pada tahun 1918.

Tomas Hrbek dari Federal University of Amazonas adalah orang yang menemukan lumba-lumba tersebut dan memublikasikannya di jurnal PLOS ONE.

Jenis baru yang ditemukan dinamai Inia araguaiaensis atau boro araguarian. Nama spesies diambil dari nama sungai tempatnya ditemukan, Sungai Araguaia.

Spesies baru ini sebelumnya dikira spesies yang sama dengan I geoffrensis sebelum analisis genetika mitokondria menguak perbedaannya.

Analisis genetika mitokondria mengungkap bahwa I araguaiaensis berpisah dari I geoffrensis sejak 2,08 juta tahun yang lalu.

Periode berpisahnya dua spesies itu hampir sama dengan saat Sungai Araguaia mulai langsung berakhir di Samudra Atlantik, tidak bergabung dengan Amazon.

I araguaiaensis berbeda dengan I geoffrensis karena memiliki tengkorak yang lebih kecil. Jumlah giginya hanya 24 buah, sementara I geoffrensis punya 25-29 buah.

Dikutip dari situs web I Fucking Love Science, Rabu (23/1/2014), dengan penemuan ini, ada lima jenis lumba-lumba sungai yang ada di muka Bumi.

Lumba-lumba Sungai Yangtze sejak tahun 2006 telah dinyatakan punah. Tiga spesies lain, termasuk pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), juga terancam punah.

Nasib spesies baru lumba-lumba ini ternyata juga tak beda jauh. Keberadaannya semakin terancam oleh perusakan habitatnya.

Beberapa ilmuwan tak yakin bahwa I araguaensis adalah spesies baru. Namun, Hrbek mempertahankan pendapatnya sebab genom mitokondria tak menyebutkan spesies itu sebagai subspesies I geoffrensis.









Source

Sunday, January 12, 2014

NASA Memotret "Tangan Tuhan" Benarkah?

http://nataberita.blogspot.com/
NASA Citra
Nataberita — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap citra "Tangan Tuhan" dengan wahana Nuclear Spectroscopic Stero Array (NuStar).

Diberitakan IB Times, Jumat (10/1/2014), Tangan Tuhan itu berjarak 17.000 tahun cahaya dari Bumi, terletak di konstelasi Circinus.

Citra yang ditangkap NASA itu tampak seperti sebuah tangan kiri yang sedang memegang material angkasa berwarna merah.

Walau dinamai Tangan Tuhan, citra tersebut sebenarnya menunjukkan awan material di angkasa yang disemburkan oleh bintang yang meledak.

http://nataberita.blogspot.com/NASA Citra

NASA pertama kali mendeteksi Tangan Tuhan itu dengan Chandra X-Ray Observatory pada tahun 2009, ketika obyek itu dideskripsikan sebagai obyek kecil dengan diameter 19 km.

Obyek itu disebut sebagai pulsar dengan usia yang sangat muda. NASA menamai obyek itu PSR B1509-58 atau singkatnya B1509.

Para astronom percaya bahwa B1509 memiliki medan magnet yang intens, sekitar 15 triliun kali lebih besar dari medan magnet Bumi.

Tangan Tuhan pertama kali dicitrakan dengan sinar X. Tangan tampak biru dan cahaya yang berenergi lebih rendah tampak berwarna hijau dan merah.

"Partikel-partikel ini berinteraksi dengan medan magnet di sekitar material sehingga berkilau dalam citra sinar X," demikian keterangan NASA.

"Hasilnya adalah awan yang dalam citra sebelumnya tampak seperti tangan yang terbuka. Pulsarnya sendiri tak terlihat dalam gambar ini, tetapi terletak di dekat titik putih terang," imbuh NASA.

Lalu, mengapa pulsar yang berinteraksi dengan material itu tampak seperti tangan?

"Bagian utara di mana struktur mirip tangan terletak lebih menyusut daripada bagian selatan, di mana semburan terletak, menunjukkan dua area yang secara fisik berbeda," kata NASA.

"Awan merah di ujung struktur serupa jari adalah struktur yang berbeda, disebut RCW 89. Astronom berpendapat, angin pulsar memanaskan awan, menyebabkannya berkilau dalam sinar X berenergi rendah," pungkas NASA.










Source

Saturday, January 4, 2014

Capung Kendeng Penanda Air Kehidupan

http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita — Capung teman anak-anak. Setiap kali melihat capung, mereka berlarian ingin menangkapnya. Ada yang menggunakan tangan, ada pula yang memakai tas plastik, dan ada juga yang menjeratnya dengan getah nangka yang lengket.

Capung mengajari anak-anak mengenal alam. Capung memancing anak-anak bermain di luar rumah, menyusuri pematang sawah, berkubang di air, dan bersentuhan dengan rimbunnya dedaunan.

Namun, kini capung tak mudah dilihat dan didapat. Capung telah pergi dari depan halaman rumah, sawah, dan aliran-aliran sungai kecil. Dan, tak banyak lagi anak-anak yang mengikat ekor capung dengan seutas tali untuk diadu ketinggian terbangnya dengan capung lain.

Sungguh jauh berbeda dengan di Pegunungan Kendeng Utara, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pegunungan dengan bebatuan kapur dan karst itu masih lestari menjadi tempat tinggal capung. Masyarakat lereng pegunungan menyebut Kendeng sebagai omah kinjeng atau rumah capung.

”Di sawah-sawah memang sulit sekali melihat capung. Kalaupun ada, cuma satu sampai dua ekor, tak sebanyak dulu. Yang masih banyak justru di mata air-mata air dan sejumlah aliran sungai di lereng Pegunungan Kendeng Utara,” kata Sugiyono (60), warga Desa Karangrowo, Jekenan, Pati.

Setidaknya, ada 30 spesies capung ditemukan di dua desa di kaki Pegunungan Kendeng Utara itu. Dari 30 jenis capung itu, tiga di antaranya endemik Jawa, yaitu Ghompidia javanica, Rhinocypha fenestrata, dan Nososticta insignis. Rhinocypha fenestrata merupakan salah satu capung endemik Jawa langka.

Itu berdasar penelitian capung Indonesia Dragonfly Society (IDS) dan Yayasan Masyarakat untuk Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Perdamaian Indonesia (YSI) Area Jawa Tengah, 8-11 Desember 2013.

Pendataan dilakukan di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, dan Desa Brati, Kecamatan Kayen, Pati. Kedua desa itu kawasan yang diincar investor semen dan masuk peta potensi bahan baku semen. Penelitian itu bertujuan mendata capung Jawa, melihat tingkat kebersihan air, dan keragaman vegetasi.

Lewat temuan keragaman spesies capung itu, kondisi perairan di dua desa di kaki Pegunungan Kendeng Utara itu masih baik. ”Apabila di daerah itu tidak lagi ditemukan capung, masyarakat sekitar harus berhati-hati. Itu tandanya air sudah tercemar dan ekosistem capung terganggu,” kata Ketua IDS Wahyu Sigit Rahadi.

Pada buku Naga Terbang Wendit (2013) yang disusun IDS, capung atau Ordo odonata merupakan serangga terbang pertama di dunia. Capung muncul sejak zaman Karbon (360-290 juta tahun lalu) dan bertahan hingga sekarang. Capung tersebar di wilayah berair, seperti pegunungan, sungai, rawa, danau, sawah, dan pantai.

Namun, seiring berkembangnya pencemaran air di tempat-tempat yang menjadi habitat capung, capung kian terpinggirkan dan terjauhkan dari manusia. Capung tak lagi mudah ditemui di persawahan, kolam, dan sekitar sungai di perkotaan.

Wahyu mengatakan, air rumah capung banyak tercemar. Sawah-sawah banyak menggunakan pestisida sehingga menyebabkan capung dan nimfa capung tak bisa hidup.

Saluran-saluran irigasi di sawah tak lagi terbuat dari tanah, tetapi beton sehingga capung tidak bisa meletakkan telur-telurnya. Selain itu, di sawah-sawah sekarang tidak lagi terdapat bilah-bilah bambu yang merupakan tempat bertengger capung.

Capung merupakan predator serangga, seperti nyamuk, wereng, lalat, kepik daun, kutu daun, dan jentik-jentik nyamuk. Semakin banyak capung di sawah akan membuat serangga atau hama padi semakin sedikit.

”Sayang, kultur pertanian tumpang sari yang dahulu pernah ada berangsur-angsur pudar. Dahulu, di sawah petani juga menanam kacang panjang dengan bilah-bilah bambu. Namun, sekarang sebagian besar hanya hamparan sawah,” kata Sigit.









Friday, December 27, 2013

Penemuan Unik Di Tahun 2013

Nataberita - Inilah beberapa penemuan unik pada tahun 2013, yang sampai saat ini masih misterius dan sangat menarik untuk kita ulas kembali.

1. Gempa Chile

http://nataberita.blogspot.com/

Gempa di Chile Februari 2010 lalu konon begitu kuat sampai bisa menggeser poros bumi serta memperpendek siklus hari.

Gempa berkekuatan 8,8 SR yang mempercepat rotasi bumi itu adalah kelima terkuat dan berhasil memperpendek hari di Bumi sebesar seper 1,26 juta detik.

Angka ini didapat dari perhitungan komputer oleh ahli geofisika dari NASA, Richard Gross.


2. Galaxy


Pada tahun 2008, para ilmuwan menemukan ratusan klaster galaksi bergerak ke arah yang sama dengan kecepatan lebih dari 2,2 juta mil (3,6 juta kilometer) per jam.

Gerakan misterius ini belum dapat dijelaskan. Jadi, para peneliti menduga bahwa klaster-klaster itu sedang ditarik oleh gravitasi yang berasal dari materi di luar bagian alam semesta yang sudah terdeteksi.


3. Kadal Ular

http://nataberita.blogspot.com/

Inilah bukti transisi evolusi dari reptil ke mamalia. Menurut sebuah penelitian, ternyata ada spesies kadal Australia yang tidak bertelur.

Di sepanjang pesisir dataran rendah bercuaca hangat di New South Wales, kadal biasanya bertelur untuk mereproduksi keturunan.

Tetapi, ada spesies yang sama yang tinggal di dataran tinggi di pegunungan dingin yang berkembak biak dengan melahirkan seperti mamalia.


4. Ikan yang Bisa Berjalan

http://nataberita.blogspot.com/

Ini adalah ikan aneh, yang menggunakan sirip untuk berjalan, bukan buat berenang. Ikan merah muda ini adalah salah satu dari 9 spesies baru dari keluarga handfish.

Penentuan spesies baru dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, termasuk jumlah tulang dan sirip, warna, adanya sisik dan duri, serta ukuran tubuh yang proporsional.

Bahkan di antara spesies lain yang pernah dikenal, ikan-ikan berjalan ini belum banyak, sehingga sangat sedikit yang diketahui soal struktur biologis maupun perilakunya.


5. Amazon yang Bersejarah

http://nataberita.blogspot.com/

 Ratusan bentuk lingkaran, kotak, dan bentuk-bentuk geometris lain, yang tadinya tersembunyi di Amazon, sekarang diketahui sebagai peninggalan masyarakat kuno yang tak diketahui sebelumnya.

Citra satelit telah memotret daerah ini sejak 1999 dan mengungkap lebih dari 200 tanggul-tanggul geometris yang mencakup luas lebih dari 155 mil (250 kilometer).


6. Black Hole

http://nataberita.blogspot.com/ 

Alam semesta kita boleh jadi berada di dalam sebuah lubang hitam yang dia sendiri merupakan bagian dari alam semesta yang lebih besar.

Menurut teori, semua lubang hitam yang ditemukan sejauh ini adalah gerbang menuju realitas atau semesta yang lain. Menurut sejumlah teori, lubang hitam sebenarnya adalah terowongan antar semesta.

Materi yang disedot lubang hitam tidak hancur seperti yang diperkirakan sebelumnya, melainkan menyembur keluar dari "lubang putih" di semesta lubang hitam yang lain.


7. Ikan Aneh di Greenland

http://nataberita.blogspot.com/

Wujudnya seperti makhluk luar angkasa dari film-film fiksi. Ini adalah spesies ikan anyar yang baru-baru ini ditemukan di perairan Greenland.

Mereka tumbuh hingga 17 cm panjangnya dan adalah 1 dari 38 spesies ikan yang ditemukan di sekitar pulau Arktik.


8. Kelelawar Papua

http://nataberita.blogspot.com/

Ini adalah kelelawar berhidung tabung pemakan buah. Binatang yang disebut "Kelelawar Yoda" ini adalah salah satu dari sekitar 200 spesies yang ditemui selama 2 ekspedisi ilmiah ke Papua Nugini pada tahun 2009.

Meski sudah diketahui pada ekspedisi sebelumnya, kelelawar jenis ini belum didokumentasikan secara resmi sebagai spesies baru dan belum ada namanya.

Di ekspedisi tersebut ditemukan 24 spesies katak, 2 mamalia, dan hampir seratus serangga baru.


9. Kapal Nabi Nuh

http://nataberita.blogspot.com/

http://nataberita.blogspot.com/

http://nataberita.blogspot.com/

 Sebuah tim petualang dari Kristen Evangelis mengklaim bahwa mereka telah menemukan sisa-sisa bahtera Nuh di bawah salju dan puing-puing vulkanis di Turki.


10. Naskah Laut Mati

http://nataberita.blogspot.com/

Dari penggalian terowongan Yerusalem kuno sampai pekerjaan detektif arkeologi dilakukan untuk memecahkan salah satu misteri besar dalam sejarah Alkitab Ibrani. Siapakah penulis Naskah Laut Mati?

Thursday, December 26, 2013

10 Fenomena Alam yang Membingungkan Ilmuwan

Batu bergerak di California.

Nataberita - Banyak fenomena alam yang masih menjadi misteri bagi para peneliti. Meski telah berusaha keras untuk memecahkan misteri itu, namun mereka belum tuntas menguak apa yang terjadi di balik misteri itu. Beberapa masih diperdebatkan.

Dilansir Daily Mail, Selasa 24 Desember 2013, berikut 10 fenomena aneh yang sampai kini masih membuat peneliti mengernyitkan dahi:

1. Cahaya Gempa

Cahaya yang muncul sebelum dan setelah terjadinya gempa sampai kini masih membingungkan peneliti. Fisikawan Italia Cristiano Ferugia sebelumnya telah melaporkan cahaya gempa muncul pada 2000 SM. Namun ahli bumi masih mempertanyakan fenomena itu. Sampai kemudian muncul cahaya gempa pada gempa Matsushiro Jepang pada 1966.

Tapi fenomena cahaya itu kian membingungkan. Sebab cahaya itu muncul dalam banyak warna dan bentuk berbeda. Berbagai teori coba menjelaskan fenomena aneh itu. Mulai dari akibat panas yang disebabkan gesekan, gas radon dan piezoe-elektrik.

Pada 2003 Fisikawan NASA Dr Friedemann Freund menunjukkan cahaya gempa disebabkan aktivitas listrik pada batu. Menurutnya, gelombang gempa bumi dapat mengubah sifat listrik silikon dan oksigen yang mengandung mineral. Ini memungkinkan gelombang mengirimkan arus dan memancarkan cahaya.

Tapi teori itu dipertanyakan Profesor David Brumbaugh, peneliti Arizona Earthquake Information Center di Flagstaff, Arizona. Ia mengatakan, teori Freund hanyalah jawaban aman, meski ia berkeyakinan sebenarnya fenomena itu lebih rumit.

Cahaya Gempa

2. Garis pasir misterius
Fenomena garis berpola yang terhampar pada padang pasir seluas 450 Km2 di pesisir dataran Peru, mengundang misteri bagi peneliti. Pola garis itu menunjukkan desain geometris, gambar binatang, tumbuhan dan tokoh manusia langka. Garis itu terlihat sangat besar dari udara.

Peneliti menduga garis itu diciptakan komunitas kuno, orang Nazca pada 500 SM dan 500 M. Namun sampai kini tak ada yang tahu mengapa itu terjadi.

Arkeolog berusaha mempelajari garis itu. Awalnya ahli mengklaim desain garis bagian dari kalender astronomi, namun hal itu masih diragukan.

Sejak 1997, kerjasama peneliti Peru-Jerman mengalihkan perhatian studi pada sejarah dan budaya komunitas yang menciptakan garis misterius itu.

Fenomena itu kian jadi misteri. Pada 2012, peneliti Universitas Yamagata Jepang membuka pusat penelitian pada situs garis itu sebagai bagian proyek penelitian selama 15 tahun. Peneliti Jepang akan mempelajari lebih dari 1.000 gambar bergaris dari situs itu.
Garis Pasir Misterius

3. Navigasi Kupu-Kupu

Bagaimana cara kupu-kupu bermigrasi selama musim dingin masih menjadi tanda tanya bagi peneliti. Kupu-kupu jenis Monarch butterfly di Amerika Utara tercatat bermigrasi ribuan mil ke arah selatan selama musim dingin.

Pada 1950-an, ahli hewan telah memulai pelacakan migrasi kupu-kupu itu. Saat itu diketahui tujuan kupu-kupu ini yakni pegunungan Meksiko.

Namun ternyata itu bukan tujuan akhir, kupu-kupu jenis itu belakangan menargetkan 12 sampai 15 gunung Meksiko. Peneliti masih belum mengetahui kenapa bisa kupu-kupu mencapai gunung sebanyak itu.

Terdapat teori yang menjelaskan kupu-kupu bermigrasi mengikuti arah matahari. Tapi pertanyaannya, kenapa bisa sampai sejauh 15 gunung?
Teori lain menyebutkan kekuatan geomagnetik menuntun kupu-kupu untuk jadi navigasi tempat migrasi.
Navigasi Kupu-Kupu

4. Bola Petir

Bola petir telah menjadi fenomena yang digambarkan saat dan setelah terjadinya badai. Beberapa teori menjelaskan bola petir merupakan sebuah plasma, substansi dari partikel yang terionisasi.

Teori lain mengatakan bola petir itu hasil proses chemiluminescent, cahaya yang terjadi karena reaksi kimia.

Peneliti pada US Air Force Academy di Colorado As sebenarnya telah menciptakan bola plasma putih terang yang dihasilkan dari percikan listrik berdaya tinggi. Tapi peneliti tak yakin hal itu merupakan bola petir. Alhasil, bola petir masih jadi misteri.
Bola Petir

5. Batu Bergerak

Pada kawasan Racetrack Playa, Taman Nasional Death Valley di California, terdapat fenomena aneh yang membuat peneliti pusing.

Terdapat batu yang berpindah dengan sendirinya sejauh ratusan meter. Anehnya lagi, batu-batu itu bobotnya mencapai 25 kg. Peneliti geologi California kemudian melacak 30 batu.

Hasil analisa, kebanyakan batu berpindah pada musim dingin. Hal ini memunculkan teori kekuatan es dan angin memindahkan batuan itu.

Sementara teori lain menunjukkan kontribusi alga lendir dan faktor getaran seismik.

Sedangkan studi tim Dr Gunther Kletetschka dari Academy of Science Republik Ceko dan Charles University, Praha menunjukkan kontribusi es yang menempel pada batu itu, yang membeku lebih lama dari es di sekeliling batu. Kondisi ini mengurangi kekuatan antara posisi batu dengan permukaan Playa, dengan demikian batu dapat terdorong oleh angin.

Batu Bergerak

6. Suara Misterius

Gangguan suara dengungan (Hum) menjadi misteri bagi warga Bristol, barat daya Inggris sampai Bondi, Sydney Australia.

Tak semua orang dapat mendengar dengungan kecil itu. Disebutkan hanya satu dari 20 orang yang dapat merasakan gangguan suara itu.

Tahun lalu, seorang warga Beaufort di County Kerry , Irlandia memohon dewan lokal untuk mengusut suara mieterius itu. Warga sempat menyalahkan pompa air yang diduga sebagai sumber gangguan suara. Namun setelah dewan lokal mematikan pompa air, suara tetap muncul.

Di lokasi lain, ilmuwan angkat bicara dengan suara misterius itu. Ilmuwan beranggapan gangguan itu terkait dengan tinnitus.

Tinnitus merupakan istilah medis untuk pendengaran suara yang tak tampak sumber suara. Suara yang muncul bisa keras atau lembut. Ilmuwan juga menerka gangguan suara berasal dari kebisingan aktivitas industri atau suara dari bukit pasir. Nyatanya, sampai kini masih jadi misteri.
Suara Misterius
7. Siklus 17 Tahun Jangkrik
Pada tahun ini peneliti dikagetkan dengan kemunculan spesies jangkrik yang tak pernah muncul sejak 1996.

Setelah 17 tahun, pada musim panas tahun ini, tiba-tiba muncul miliaran Magicicada septendec, sejenis belalang terbesar asli dari AS, keluar dari tanah untuk mencari pasangan. Dua atau tiga minggu kemudian mereka mati.

Ilmuwan berspekulasi siklus hidup 17 tahun jangkrik itu untuk menghindari dengan siklus predator.

Peneliti menyebutkan hidup jangkrik tak sama dengan masa hidup predator yang memiliki siklus kehidupan dua atau tiga tahun. Disebutkan jangkrik menghindari predator dengan usia hidup lebih lama atau lebih singkat dari usia hidup predator mereka.

Peneliti masih belum dapat melacak bagaimana siklus hidup jangkrik itu.
jangkrik

8. Hujan Hewan
Pada Januari 1917 seorang ahli biologi, Waldo McAtee mempresentasikan adanya hujan ikan yang melanda wilayah Minnesota, AS dan Inggris Raya.

Sementara di wilayah Odzaci, Serbia diduga telah terjadi hujan katak. Pada 2009 lalu wilayah Nanao dan hakusan Jepang dilanda hujan berudu. Fenomena aneh ini mengundang komentar peneliti.

Umumnya, peneliti masih skeptis dengan fenomena hujan hewan. Namun fisikawan Prancis pada abad ke-19 berteori, hewan terbawa oleh angin kencang kategori puting beliung dan menjatuhkan pada suatu wilayah. Menurut fisikawan itu, ikan bahkan dapat tersedot dari danau dan membawa ke daratan.
Hujan Hewan

9. Bola Batu Raksasa

Pada 1930-an di kawasan Kosta Rika ditemukan bola raksasa berdiameter 2 meter. Belum jelas budaya dan tujuan apa bola batu itu diciptakan.

Penanggalan bola yang dikenal dengan Great Ball of Costa Rica itu diketahui menunjukkan tahun 600 dan 1.000 masehi. Sayangnya, tak ada catatan komunitas budaya apa yang menciptakan bola itu. Apakah itu diwariskan oleh penjajah Spanyol atau dibuat oleh penduduk setempat. Masih misterius.

Penelitian pernah dilakukan arkeolog Doris Stone apda 1943, yang memetakan distribusi batu bola raksasa itu.

Sementara antropolog University of Kansas Profesor, John Hoopes menolak teori bola batu yang dikaitkan dengan kota yang hilang dan batu itu merupakan bagian dari kapal.

Sampai kini masih diselidiki asal usul bola batu yang disebut Las Bolas oleh penduduk setempat.
Bola Batu Raksasa

10. Fosil Palsu

Fosil merupakan salah satu penanda adanya sejarah pada masa lalu. Namun fosil yang ditemukan di wilayah Sussex, Piltdown, Inggris telah menuai kontroversi sekian dekade.

Temuan diawali pada 1911. Arkeolog amatir Charles Dawson mengumpulkan fragmen tulang yang diduga manusia berumur 500.000 tahun. Temuan itu kemudian dinamakan manusia berotak besar atau Piltdown Man.

Struktur otak besar fragmen itu sempat membuat ilmuwan yakin fragmen itu merupakan mata rantai hilang antara manusia dan kera.

Tapi pada 1950, Piltdown Man ternyata hoax. Rahang fragemen itu ternyata tak mirip kera. Dan setelah dikombinasikan dengan tengkorak manusia yang sakit, penanggalan menunjukkan usianya kurang dari 1.000 tahun. Analisis kimia menunjukkan tengkorak itu ternoda sehingga tampak terlihat lebih tua.

Fosil Palsu







Saturday, December 21, 2013

40 Tahun Mendatang, Manusia Bisa Hidup di Bulan

 http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita — Astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Chris Hadfield, percaya bahwa dalam jangka waktu 30-40 tahun lagi manusia pasti sudah bisa hidup di Bulan.

"Ini adalah pola yang sudah kita ikuti sejak 70.000 tahun. Kita secara bertahap menyebar ke seluruh dunia. Dalam 100 tahun terakhir, kita sampai ke Antartika dan menghabiskan berbulan-bulan di sana," katanya.

"Saya pikir dalam masa hidup saya kita akan melihat basis permanen di Bulan. Memulai tinggal di Bulan akan membantu kita mengeksplorasi antariksa lebih baik," imbuh Hadfield seperti dikutip Telegraph, Senin (16/12/2013).

Hadfield juga percaya bahwa hanya dalam waktu 15 tahun lagi International Space Station sudah harus dinonaktifkan. Sementara itu, hanya dalam jangka waktu 70 tahun, manusia pasti sudah bisa hidup di Mars.

Editor Scientific American, Clara Moskowitz, dalam wawancara dengan Foxnews, Rabu (18/12/2013), juga memiliki keyakinan yang sama. Manusia pada dasarnya sudah punya teknologi yang mendukung untuk tinggal di Bulan.

"Tinggal di Bulan sebenarnya adalah soal funding," katanya. Manusia tinggal mengupayakan roket, habitat untuk tinggal agar terhindar dari radiasi Matahari, dan mengupayakan cara mendapatkan makanan.

Moskowitz menuturkan, untuk bisa tinggal di Bulan, kerja sama antar-negara dibutuhkan. Amerika Serikat takkan mampu mengupayakan sendiri dengan dana terbatas. Kerja sama antara negara yang sudah mantap dalam teknologi antariksa, seperti Rusia, China, dan India, diperlukan.







Monday, December 9, 2013

Se Ekor Kecoa Pun Sangat Berjasa Bagi Lingkungan dan Bumi

Nataberita - Jika diajukan pertanyaan, "apakah hewan paling menjijikkan di dunia?", sebagian besar orang mungkin akan menjawab kecoa. Tubuhnya yang hitam, dapat berlari dengan gesit sampai sulit ditangkap, serta hidup di tempat-tempat kotor, lembab, dan jorok, membuat tak sedikit orang menjerit histeris saat melihat hewan yang satu ini. Tapi tahukah Anda bahwa kecoa memiliki manfaat yang begitu besar terhadap lingkungan? Hal ini diungkap peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat. Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu. "Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman," papar Kambhampati seperti dikutip Huffington Post belum lama ini.

Se Ekor Kecoa Pun Sangat Berjasa Bagi Lingkungan dan Bumi

"Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya," lanjut Kambhampati. Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang, dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.






Source

Para Ilmuwan Berencana Hidupkan Orang Mati

Nataberita - Menghidupkan orang mati inilah ambisi besar mereka, para ilmuwan memiliki gagasan tentang untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal. Gagasan tersebut dibahas dalam sebuah pertemuan di New York yang menghadirkan Dr Sam Parnia, Stephan Meyer dan Lance Becker dari. Mereka inilah ilmuwan yang terobsesi menghidupkan kembali orang mati. Pertemuan itu membahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen. Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian.

Ilmuwan Berencana Hidupkan Orang Mati

Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas. Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.

Kematian total, bisa dikatakan demikian, baru terjadi jika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian. Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.

Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen. Kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya.

Menurut mereka hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan. Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen.

Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak. Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil. Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.

Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otakSiapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi . lebih komprehensif? Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.

Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan. Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa







Source: www.aryazye.co.cc

Mengejutkan, Ada Mata Air di Bawah Dasar Laut

http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita- Ilmuwan asal Australia menemukan sumber mata air tawar baru. Uniknya, sumber mata air tawar itu ditemukan di lautan, terjebak di bawah dasar lautan.

Vincent Post, peneliti dari Flinders University di Australia yang memimpin riset, mengatakan bahwa volume air tawar pada sumber mata air itu diperkirakan 500.000 kilometer kubik, berada di dasar laut wilayah Australia, China, Amerika Utara, dan Afrika Selatan.

"Volume air pada sumber ini ratusan kali lebih besar daripada air yang sudah kita ambil dari lapisan bawah permukaan Bumi sejak tahun 1900," kata Post dalam publikasinya di jurnal Nature, Kamis (5/12/2013).

"Air tawar di planet kita saat ini dalam tekanan sehingga penemuan simpanan air tawar dalam jumlah signifikan di lepas pantai ini sangat menarik," imbuhnya seperti dikutip AFP, Kamis lalu.

Kebutuhan air tawar saat ini meningkat dua kali lipat dari peningkatan jumlah populasi manusia. Hal itu disebabkan oleh permintaan dari sektor pertanian, irigasi, dan produksi daging. Pada tahun 2030, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan bahwa 47 persen orang akan hidup dengan sumber daya air yang terbatas.

Post menemukan sumber mata air tawar di bawah dasar laut dengan metode yang biasa dilakukan untuk mengevaluasi air di bawah dasar laut serta penambangan gas dan minyak.

"Dengan menggabungkan semua informasi, kami mengetahui bahwa sumber mata air tawar di laut adalah hal yang umum, bukan anomali yang hanya terdapat pada kondisi tertentu," jelas Post.






Source

Saturday, December 7, 2013

Sperma Kamikaze, Bekerja Saat Terjadi "Affair"

http://nataberita.blogspot.com/

Nataberita — Selingkuh hampir selalu dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena sudah pasti akan merusak sebuah hubungan asmara. Namun, seseorang sebenarnya dapat melihat gelagat yang berbeda dari pasangannya yang selingkuh, seperti mendadak menjadi sangat romantis atau bahkan sebaliknya.

Di samping hal itu, ada lagi satu indikator yang dapat menjadi penanda adanya perselingkuhan pasangan. Menurut sebuah studi baru, sperma juga dapat menjadi indikator tindak perselingkuhan dari pasangan, khususnya pada kaum pria.

Menurut pakar kesehatan seksual, Lindsey Doe, 40 persen sperma yang dihasilkan dari ejakulasi merupakan sperma "perlawanan" atau yang disebut dengan "kamikaze". Sperma tersebut didesain untuk melawan sperma lainnya untuk melakukan fertilisasi telur pasangan.

"Bahkan, saat seorang pria mencurigai pasangannya selingkuh, jumlah sperma kamikaze akan lebih agresif melawan sperma lainnya untuk menghambat kehamilan," ujarnya.

Ini artinya, sperma kamikaze tidak didesain untuk menginseminasi (membuahi) telur. Sebaliknya, sperma itu hanya berfungsi untuk melawan sperma lainnya untuk melakukan hal itu.

Doe mendeskripsikan, metode perlawanan tersebut disebut sebagai aktivitas bloking. Sperma kamikaze akan menyatukan ekornya menjadi "dinding" dan barikade untuk mencegah sperma lain mencapai sel telur.

Saat mencurigai pasangannya selingkuh, terang dia, persentase produksi sperma kamikaze meningkat dibandingkan dengan sperma normal yang berfungsi membuahi. Hal ini berarti berdampak pada kemungkinan kehamilan pasangan akan menurun.

Doe menyebut teori ini sebagai kompetisi sperma. Hanya, tidak semua pakar kesehatan seksual sepakat dengan teori tersebut. Bahkan, penelitian lain mengatakan, sperma kamikaze sebenarnya lemah karena hanya bisa membentuk barisan pertahanan dalam waktu yang singkat.

Dalam banyak spesies, termasuk manusia, ketika wanita melakukan hubungan seks dengan banyak pria, dalam saluran reproduksinya terdapat persaingan antara sperma untuk membuahi sel telur miliknya.







Source

Thursday, December 5, 2013

Organ Aneh Bikin Koala Melenguh Saat Musim Kawin

http://nataberita.blogspot.com

Nataberita.blogspot.com — Ukuran hewan menentukan nada suaranya. Bila ukuran hewan lebih kecil, nada suaranya biasanya lebih tinggi. Namun, koala berbeda.

Suara koala saat musim kawin lebih mirip lenguhan, seperti katak yang sedang muntah atau keledai yang meringkik. Nada rata-rata koala 20 kali lebih rendah dari jenis hewan yang seukurannya, seberat 8 kg. Nada suara koala setara dengan nada suara gajah.

Tentu saja ilmuwan penasaran dengan hal ini. Mereka mencoba menyelidiki dan meneliti anatomi koala. Terungkap, koala memiliki organ tambahan aneh pada bagian tenggorokan di mana pita suara terdapat.

Pada koala, pita suara terdiri dari jaringan berupa lipatan panjang yang terletak pada palet lunak di antara tenggorokan atas dan lubang hidung. Ketika koala bernapas, udara melewati lipatan hingga suara rendah diproduksi.

Menurut ilmuwan, anatomi koala tersebut aneh, tak biasa ditemukan pada hewan-hewan lain. Ilmuwan mengatakan, organ aneh itulah yang bertanggung jawab pada suara rendah koala.

"Kami menemukan bahwa koala memiliki pasangan ekstra lipatan suara yang terletak di luar tenggorokan, di mana lubang hidung dan mulut terkoneksi," kata Benjamin Carlton dari University of Sussex, seperti dikutip Livescience, Senin (2/12/2013).

Dalam studinya, Carlton mengobservasi tenggorokan dari 10 koala. Ilmuwan mengatakan, organ pada koala adalah satu-satunya contoh organ di luar tenggorokan yang menghasilkan suara. Organ serupa hanya ditemukan pada paus.






Source
: Livescience

Friday, September 6, 2013

Bagi Ikan Ini, Hidup Cuma Mampir Kawin


Nataberita.blogspot.com
— Bagi killifish, spesies ikan asal Afrika yang hidup di lingkungan yang hanya berupa genangan air, hidup hanya mampir kawin.

Ini mungkin perumpamaan yang sedikit kasar. Namun, mungkin itulah yang bisa menggambarkan kehidupan ikan tersebut. Di lingkungan yang hanya berupa genangan air yang cepat kering, ikan itu harus bisa cepat dewasa dan menghasilkan keturunan.

Martin Reichard dan rekannya dari Institute of Vertebrate Biology, Academy of Scince of the Chech Republic, meneliti dua spesies ikan itu, Nothobranchius kadleci dan N furzeri.

Dalam publikasi penelitian di jurnal EvoDevo pada Rabu (4/9/2013) kemarin, Reichard mengungkap bahwa N kaldeci mencapai kematangan seksual pada usia 17 hari, sementara N furzeri dalam usia 18 hari. Ini menjadikan ikan itu sebagai spesies hewan bertulang belakang yang paling cepat dewasa.

Waktu untuk mencapai kematangan seksual yang cepat itu merupakan sebuah adaptasi. Jenis ini hidup di padang rumput yang hanya punya genangan air saat musim hujan.

"Bagi spesies ini, secara biologis, sangat relevan untuk mencapai kematangan seksual secara sangat cepat karena habitatnya yang mungkin kering dalam waktu tiga atau empat minggu," kata Reichard seperti dikutip BBC, Rabu.

"Jika mereka dewasa dengan sangat cepat, mereka bisa menghasilkan generasi baru dengan cepat juga," sambungnya.

Terungkap juga, telur spesies ini juga menetas dengan sangat cepat, hanya dalam waktu 15 hari. Dengan periode itu, spesies ini juga dinobatkan sebagai spesies dengan jarak antar-generasi paling pendek dibandingkan dengan spesies vertebrata lainnya.

Telur dua spesies tersebut juga memiliki adaptasi yang baik. Bila tiba-tiba air mengering, telur akan mengalami dormansi, menunggu hujan turun, yang mungkin baru akan terjadi tahun berikutnya.

Sementara, pertumbuhan tubuh juga cepat. Dalam sehari, tubuh bisa tumbuh sebesar seperempat dari panjang tubuhnya.

Semua data tersebut merupakan hasil penelitian di laboratorium. Di habitat alaminya, jika kondisi bagus, kematangan seksual bisa terjadi lebih cepat. Sementara, bila kondisi kurang baik, spesies itu masih bisa hidup walau kematangannya agak lama.




Source

Kecepatan Tertinggi Cheetah Kalahkan Kecepatan Kereta Indonesia


Nataberita.blogspot.com — Cheetah diketahui sebagai mamalia dengan kecepatan lari paling tinggi. Fakta terbaru mengungkap bahwa cheetah berlari dengan mekanisme seperti mobil balap. Sementara, dengan kecepatan geraknya, cheetah sanggup mengalahkan kecepatan tertinggi kereta di Indonesia.

John Wilson dari Departemen Biologi, North Carolina State University, bersama rekannya, mengamati enam ekor cheetah liar di Kgalagadi Transfrintier Park, Afrika Selatan. Untuk membantu pengamatan, Wildon menggunakan GPS dan monitor pemantau gerak.

Dari pengamatan itu, Wilson menemukan bahwa cheetah sanggup berlari mencapai kecepatan 120 km/jam. Dengan kecepatan tersebut, kecepatan cheetah melebihi kecepatan maksimal commuter line Jabodetabek yang sebesar 90 km/jam dan kecepatan kereta antarkota yang rata-rata 100 km/jam.

Terungkap pula, lari cheetah terbagi menjadi dua fase. Pertama, cheetah berlari dengan kecepatan tinggi sehingga dapat mengejar mangsa. Kedua, perlambatan berlari cheetah juga tepat sehingga cheetah dapat menangkap mangsa. Sebab, dalam bergerak menangkap mangsa, cheetah tak selalu bergerak lurus.

Dengan taktik itu, cheetah berlari bak mobil balap. Seorang pebalap yang mengemudikan mobilnya akan berupaya bergerak cepat segera sehingga bisa mengejar kompetitornya, dan kemudian memperlambat pada saat yang tepat di sebuah sudut atau belokan agar tak tergelincir.

Peneliti juga membandingkan cheetah dengan kuda pelari dan greyhound. Peneliti menemukan bahwa kuda pelari dan greyhounds menaruh investasi yang lebih untuk meningkatkan kecepatan berlari pada awal gerakannya.

Wilson, seperti diberitakan Discovery, Rabu (4/9/2013), mengatakan bahwa memang cheetah tidak hanya terburu-buru berlari cepat, tetapi juga punya perhitungan sehingga tujuannya menangkap mangsa bisa tercapai.





Source

Wednesday, September 4, 2013

Bukti Adanya Air di Bawah Permukaan Bulan Ditemukan


Nataberita.blogspot.com — Sekian lama, manusia percaya bahwa Bulan adalah lingkungan yang kering dan tak memiliki air. Kini, pandangan tersebut dibantah oleh penemuan terbaru. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik, air yang berasal dari bagian dalam Bulan dan muncul ke permukaan.

Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari John Hopkins University memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience.

Keberhasilan pengungkapan air magmatik di Bulan dimulai dari hasil penelitian lima tahun lalu. Saat itu, ilmuwan mengungkap bahwa interior Bulan tidak sekering dugaan. Lalu, ilmuwan juga berhasil menemukan air berupa lapisan tipis yang diduga berasal dari angin Matahari yang menumbuk permukaan Bulan.

Memang, penelitian tersebut tidak langsung memberi tanda keberadaan air magmatik. Namun, dari temuan itu, ilmuwan bisa mengidentifikasi tipe batuan di kawah Bulan bernama Bullialdus. Identifikasi membantu memecahkan asal muasal air.

Menurut ilmuwan, tipe batuan di kawah itu disebut norite. Batuan tersebut biasanya mengkristal dan terjebak saat magma keluar dari bagian dalam. Ilmuwan lewat penelitian selanjutnya mengungkap bahwa jenis batuan ini tak cuma ditemukan di kawah Bullialdus.

Dalam risetnya, Klima menganalisis lingkungan kawah Bullialdus dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper. Terungkap bahwa kawah itu punya kandungan hidroksil lebih banyak dari lingkungannya. Hidroksil ialah molekul yang terdiri atas satu atom oksigen dan satu atom hidrogen, komponen penyusun air.

Menurut ilmuwan, wilayah kawah Bullialdus bukan merupakan wilayah yang terpapar angin Matahari. Jadi, bila ada air di tempat itu, asalnya bukan dari tumbukan angin Matahari dan permukaan Bulan. Diduga kuat, hidroksil merupakan bukti adanya air magmatik.

Diberitakan Universe Today, keberadaan air magmatik ini menyuguhkan informasi baru akan proses vulkanik dan komposisi internal Bulan. Pemahaman akan hal tersebut akan membantu mengetahui proses pembentukan Bulan serta perubahan proses magmatik. 





Source

Mencegangkan Sekali Tahun 2045 Manusia Akan Hidup Abadi

nataberita.blogspot.com - Manusia akan hidup abadi pada tahun 2045 itulah yang saat ini sedang dikembangkan oleh beberapa peneliti. Keabadian selamanya terlihat menyenangkan. Rasa takut pada kematian membuat banyak manusia ingin hidup selamanya. Kini, hidup abadi tidak hanya ada dalam imajinasi. Adalah Seorang pria cerdas dari Rusia sedang mengembangkan proyek hidup abadi yang membuat manusia bisa hidup selamanya. Dilansir dari situs forbes, dalam acara Global Future 2045 di New York bulan Juni lalu, Dmitry Itskov, seorang pengusaha dari Rusia memaparkan proyek ilmiah yang membuat banyak orang tercengang. Dia sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek yang dapat membuat manusia hidup abadi selamanya. Manusia tidak perlu lagi takut pada kematian. Pada The New York Times, Dmitry menuliskan bahwa dia sudah menghabiskan $ 3 juta atau sekitar Rp 30 miliar untuk merampungkan proyeknya.

Jika semua berjalan lancar, maka di tahun 2045, manusia sudah bisa menikmati kehidupan abadi. Tetapi dana yang sudah dikeluarkan belum cukup, Dmitry sedang dalam usaha mengumpulkan orang-orang kaya untuk mendanai proyeknya. Sebagai imbalan, Dmitry berjanji akan membuat mereka hidup abadi. Secara mudah, proyek ini membutuhkan robot sebagai bentuk yang akan menggantikan tubuh manusia. Robot ini dapat dikendalikan dalam jarak jauh.

Setidaknya robot ini harus selesai dikerjakan pada tahun 2020. Lalu pada 2025, otak manusia dapat ditransplantasi di akhir hidupnya. Di tahun 2035, otak dan tubuh robot sudah dapat menyatu, sehingga sifat dan kepribadian sama persis. Pada tahun 2045, manusia yang sudah meninggal dapat berjalan-jalan dalam bentuk robot dan holografik. Dengan demikian, tubuh robot tersebut tetap abadi.






Source

Penelitian Baru Tidur Dalam Kelas Sangat Mencerdaskan

Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa tidur dalam kelas itu setelah belajar itu menceerdaskan. Penelitian baru tidur dalam kelas ini, diungkapkan dalam sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Public Library of Science One. Tim peneliti dari University of Notre Dame, Indiana, menemukan sebuah fakta bahwa tertidur setelah menerima pelajaran di kelas membuat sistem pencernaan informasi menjadi lebih mudah. Mereka melakukan serangkaian uji coba terhadap 208 siswa yang biasa tidur selama 6 jam setiap malam. Mereka memberikan serangkaian pasangan kata yang saling terhubung, seperti api dan asap, atau kata yang benar-benar tidak berhubungan seperti serangga dan kebohongan. Setelah itu mereka diminta menghapal kata-kata tersebut dengan waktu yang berbeda. beberapa mempelajari pada pukul 9 pagi, sementara yang lain pada pukul 9 malam.

Peneliti kemudian menguji kemampuan ingatan mereka dengan waktu istirahat (break) yang berbeda, antara 30 menit, 12 jam hingga 24 jam. Pada 30 menit pertama, hasil yang diperoleh dari seluruh peserta tidak terlalu berbeda, namun setelah break selama 12 jam, termasuk di dalamnya tidur di malam hari, ingatan para peserta mengenai pasangan kata yang tidak berhubungan meningkat cukup baik.

Selanjutnya, para siswa kemudian diberikan waktu istirahat selama 24 jam sebelum akhirnya diberikan tes untuk kedua kalinya. Pada saat ini, mereka yang tertidur setelah mempelajari dan menghapal pasangan kata mendapatkan nilai yang lebih baik dalam kedua kategori.

Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa tidur setelah belajar atau menerima informasi baru sangat bermanfaat untuk ingatan seseorang. "Studi kami mengkonfirmasikan bahwa tidur setelah belajar sesuatu yang baru sangat bermanfaat untuk memori," kata Jessica Payne, seorang psikolog yang terlibat dalam studi tersebut.





Source

Sunday, August 4, 2013

Cuaca Panas Sebabkan Emosi Gampang Meledak


Washington - Seiring bumi yang semakin panas, emosi orang juga semakin panas. Sebuah penelitian menemukan bahwa aksi agresif seperti melakukan aksi kriminal dan menggelar peperangan menjadi semakin mungkin terjadi seirng meningkatnya suhu udara.

Para peneliti menganalisa 60 penelitian terhadap sejarah hancurnya kerajaan, peperangan, aksi kekerasan di Amerika Serikat, dan simulasi yang menguji keputusan polisi untuk melepas tembakan.

Para peneliti itu menyimpulkan bahwa semakin cuaca menjadi panas maka aksi kekerasan semakin mungkin terjadi.

"Saat cuaca semakin memburuk, kita semakin mudah menyakiti orang lain," ujar Solomon Hsiang dari University of California, Berkeley.

Hsiang merupakan peneliti utama dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science yang dirilis secara daring pada Kamis (1/8).

Tim yang dipimpin Hsiang bahkan menemukan formula yang meramalkan seberapa besar risiko berbagai macam kekerasan terkait dengan cuaca ekstrem.

Di Afrika, misalnya, untuk peningkatan 1 derajat Fahrenheit maka terjadi peningkatan kemungkinan konflik antarkelompok sebesar 11 hingga 14%.

Untuk AS, formula yang dibuat menemukan bahwa untuk setiap peningkatan 5,4 derajat Fahrenheit (3 derajat Celcius), kemungkinan terjadinya kekerasan meningkat antara 2 dan 4%.






Source

Saturday, August 3, 2013

33 Spesies Baru Semut Ditemukan, Semua bagai Monster!

 
Nata Berita — Sebanyak 33 spesies baru semut ditemukan dalam ekspedisi penelitian di Amerika Tengah dan Karibia.

Semut-semut itu ditemukan hampir buta dan hidup di dedaunan yang jatuh di permukaan tanah serta kayu yang membusuk. Ukuran semut-semut itu tergolong kecil, tak sampai 2 milimeter.

Jack Longino, pakar serangga dari University of Utah yang terlibat penelitian, mengatakan, sebanyak sepertiga dari total spesies yang ditemukan dinamai dengan nama dewa-dewa bangsa Maya.

"Spesies baru semut itu mayoritas ditemukan di bagian hutan kecil yang tersisa di tengah lansekap perkebunan, menggarisbawahi pentingnya langkah konservasi hutan di Amerika Tengah," kata Longino.

Semut, walaupun berukuran kecil, memiliki peran penting bagi lingkungan, mulai membantu pertukaran udara dalam tanah hingga menyerbuki bunga.

Longino menguraikan, saat mengamati semut-semut itu dengan mikroskop, dia dan rekannya merasa sedang bermimpi buruk.

"Wajahnya seperti bertopeng besar, matanya mereduksi menjadi sangat kecil hingga tampak seperti titik di pinggir dan rahang sengitnya tegas dengan gigi tajam. Mereka tampak seperti monster kecil di 'Alien'," kata Longino seperti dikutip Livescience, Kamis (1/8/2013).

Salah satu spesies yang ditemukan dinamai berdasarkan nama sosok setan mirip buaya dalam mitologi Maya, Eurhopalothrix zipacna. Jenis ini ditemukan di Guatemala hingga Honduras.

Sementara itu, satu spesies lainnya dinamai Eurhopalothrix xibalba, berdasarkan nama neraka dalam budaya Maya. Spesies ini ditemukan di Honduras hingga Costa Rica.

Ilmuwan sejauh ini telah mendeskripsikan 15.000 spesies semut. Diperkirakan, spesies semut yang ada di dunia mencapai 100.000 jenis. Longino sendiri telah mendeksripsikan 131 jenis.

Temuan semut itu dipublikasikan di jurnal Zootaxa. Temuan ini hadir setelah ilmuwan mempelajari genus Eurhopalothrix yang cirinya adalah memiliki struktur rambut serupa gada.

Longino juga mempelajari semut dari genus Octostruma yang memiliki antena dengan delapan segmen. Hasil studi semut golongan tersebut akan dipublikasikan segera.





Source

Tuesday, July 30, 2013

Komet Akan Memberi Kejutan pada Bulan November



Nata Berita
- Sebuah komet akan memberi kejutan pada bulan November nanti. Komet tersebut adalah ISON, komet yang baru ditemukan pada 24 September 2012 lalu oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok.

Beberapa kali, wajah komet ISON berhasil diabadikan. Dalam foto terbaru, komet ISON lebih detail berkat ketajaman kamera teleskop antariksa Hubble.

Josh Sokol dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Selasa (16/7/2013), mengunggah foto hasil jepretan Hubble di blog hubblesite.org. "Foto ini adalah hasil dari sains dan seni," kata Sokol dalam posting di blog tersebut.

Sokol menyatakan, foto komet ISON yang diambil oleh Hubble pada 30 April 2013 lalu tersebut menjadi simulasi akan apa yang akan dilihat manusia, dengan kemampuan melihat obyek terang dan redup, bila memeiliki ketajaman seperti kamera Hubble.

Foto komet ISON ini didapatkan dengan kamera bernama Wide Field Camera 3 UVIS. Untuk mendapatkan foto ini, Hubble mengombinasikan dua filter, yakni filter cahaya merah yang tampak sebagai merah dalam foto serta cahaya kuning kehijauan yang tampak sebagai biru.

Dalam foto, komet ISON tampak terang dengan latar benda-benda langit lainnya. Sokol menerangkan, "Secara umum, obyek berwarna leih merah lebih tua, lebih berkembang, dibandingkan dengan yang berwarna biru."

Komet aslinya diberi nama C/2012 S1 namun dipanggil sesuai dengan tempat penemuannya, International Scientific Optical Network, ISON. Saat penemuan, komet berjarak 1 miliar kilometer dari Bumi.

ISON akan mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 28 November 2013 nanti. Saat itu, diperkirakan ISON akan melebihi terangnya Bulan purnama. ISON juga akan tampak sepanjang November hingga Desember.

ISON adalah komet yang berasal dari Awan Oort. Momen terlihatnya ISON sangat sayang untuk dilewatkan karena takkan terulang. Manusia di Bumi hanya mampu melihatnya sekali ini saja.





Source