Sunday, June 30, 2013

Kabut Asap di Kalimantan, Polri Lakukan Penyelidikan



Nata Berita - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Kalimantan Barat, Brigadir Jenderal Polisi Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, akan menindak tegas pembakar lahan, baik perseorangan ataupun perusahaan, yang ada di wilayahnya, termasuk kasus pembakaran hutan.

"Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan atau situasi apapun. Karena dampak dari pembakaran lahan menimbulkan permasalahan yang luas," kata Tugas, pada sejumlah wartawan di Pontianak, 28 Juni 2013.

Dia mengatakan, Kepolisian akan melakukan penyelidikan apabila ada dugaan pembakaran lahan secara sengaja di wilayah Kalimantan Barat.

"Kami tetap selidiki kalau memang ada kesengajaan dari perorangan maupun dari suatu perusahaan," katanya.

Beberapa hari terakhir, cuaca di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat terlihat kabut asap pekat, yang diduga berasal dari kebakaran hutan atau lahan. Namun, hal tersebut perlu diselidiki penyebabnya, apakah ada faktor kesengajaan.

"Jangan sampai terjadi pembakaran lahan secara sengaja. Ini mencemarkan nama negara. Hanya menguntungkap segelitir orang yang berkepentingan saja," jelasnya.

Dia menjelaskan, dampak dari pembakaran lahan sangat berpengaruh karena mengganggu transportasi darat, laut, udara.

Seperti diketahui, kabut asap melanda sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat, dalam dua pekan terakhir. Di Kota Pontianak misalnya, kabut asap pekat muncul sejak sore hingga dini hari.

Salah satu warga, Herli (34), mengaku sesak nafas saat berpergian malam karena sejumlah ruas jalan yang dia lewati diselimuti asap tebal. "Pekatnya minta ampun. Sudah dua minggu tak ada hujan di sini," kata Herli, warga Kecamatan Pontianak Utara ini.

Pantauan di lapangan, sejumlah pengendara roda dua memakai masker seadanya, seperti syal. Hingga saat ini, pemerintah setempat belum mengeluarkan peringatan ataupun imbauan terkait bahaya kabut asap tersebut.




Sumber

No comments:

Post a Comment