Tuesday, December 28, 2021

Newcastle United Nyaris Mempermalukan Manchester United di St James' Park

Reaksi Cristiano Ronaldo Saat Melawan Newcastle United di St. James' Park di Newcastle)

NataBerita- Newcastle United nyaris mempermalukan tamunya Manchester United di St James' Park dalam laga lanjutan pekan ke-19 Liga Inggris 2021-2022, Senin (27/12/2021) waktu setempat atau Selasa mulai pukul 03.00 WIB. Manchester United ddalam kunjungannya ke markas Newcastle dibekali modal bagus dengan tak pernah menelan kekalahan sejak ditangani oleh pelatih anyar mereka, Ralf Rangnick. Di bawah asuhan Rangnick, Man United meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang di semua ajang. Cristiano Ronaldo dkk. bahkan mampu menyapu bersih dua kemenangan dengan dua clean sheet di Liga Inggris. Manchester United sebenarnya berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Menurut statistik Premier League yang dikutip Setan Merah memiliki penguasaan bola mencapai 69,9 persen. Dari segi peluang, mereka menciptakan 12 tembakan yang 4 di antaranya menuju ke gawang. Adapun Newcastle United memproduksi 13 tembakan dengan 8 mengarah tepat sasaran.

Pada menit ke-7 Kiper Manchester United, David De Gea, hanya bisa diam menyaksikan bola tendangan Saint-Maximin meluncur deras ke pojok kiri gawangnya. Dengan gol itu, Saint-Maximin mengakhiri catatan cleansheet Rangnick bersama Man United. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol ke gawang Manchester United di Liga Inggris sejak ditangani Rangnick. 

Pada menit ke-12, Newcastle kembali membahayakan gawang Man United melalui aksi Joelinton. Joelinton menembakkan bola dengan kaki kanannya dari luar kotak penalti. Beruntung bagi Setan Merah, bola tendangan Joelinton masih menyamping dari gawang. Gawang Setan Merah lagi-lagi mendapatkan ancaman serius dari tim tuan rumah pada menit ke-23 melalui aksi Jonjo Shelvey. Namun, De Gea berhasil menepis bola hasil tembakan kaki kanan Shelvey dari luar kotak penalti. 

Tertinggal satu gol, Man United mencoba terus menekan demi menyamakan kedudukan. Manchester United mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol pada menit ke-21 melalui aksi Cristiano Ronaldo. Ronaldo memanfaatkan crossing Alex Telles dengan menyundul bola dari dalam kotak penalti. Namun, sundulan Ronaldo mampu dibendung Jamaal Lascelles. Man United nyaris kembali kebobolan pada menit ke-38 andai Callum Wilson tak terjebak offside sebelum membuat jala gawang De Gea bergetar kedua kalinya. Lima menit menjelang berakhirnya babak pertama, Manchester United berkesempatan mencetak gol melalui skema tendangan bebas. Setelah Bruno Fernandes mengambil tendangan bebas, Mason Greenwood meraih bola di dalam kotak penalti dan menendangnya dengan kaki kiri. Namun, kiper Newcastle Martin Dubravka berhasil maju dan memblok tendangan Greenwood. 

Tak ada tambahan gol tercipta hingga babak pertama berakhir. Usai turun minum, Man United langsung mendapatkan tekanan dari Newcastle. Pada menit ke-46, Saint-Maximin membahayakan gawang Man United setelah melepaskan sepakan kaki kiri dari jarak dekat dengan De Gea. Namun, De Gea berhasil mengamankan gawangnya setelah menepis sepakan Saint-Maximin tersebut dengan tangan kanannya. Tiga menit berselang, giliran kiper Newcastle yang beraksi untuk menggagalkan peluang Man United. Martin Dubravka menepis bola hasil yang ditembakkan Rashford dari luar kotak penalti dengan kaki kanannya. 

Pada menit ke-55, gawang Newcastle kembali terancam melalui kerja sama Jadon Sancho dan Edinson Cavani. Setelah merangsek ke dalam kotak penalti, Sancho melepaskan umpan untuk Cavani. Cavani kemudian menembakkan bola dengan kaki kanannya. Pada menit ke-63, Newcastle dan Man United saling serang secara bergantian. The Magpies lebih dulu melancarkan serangan lewat Joelinton, tetapi bola tembakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti bisa ditepis De Gea. Adapun peluang Setan Merah melalui tendangan kaki kanan Rashford dari dalam kotak penalti bisa digagalkan Fabian Shaer. Tiga menit kemudian, Newcastle menyerang pertahanan Manchester United dua kali berturut-turut. Namun, kedua peluang yang diciptakan pasukan Eddie Howe itu gagal berbuah gol. Pertama, bola tembakan kaki kiri Saint-Maximin dari luar kotak penalti mampu ditepis De Gea. Kedua, bola tendangan kaki kanan Jacob Murphy dari luar kotak 16 hanya melebar dari gawang De Gea. 

Pada menit ke-71, Man United akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Edinson Cavani. Usai menerima umpan dari Sancho, Cavani melepaskan tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Namun, upaya pertama Cavani itu mampu dibendung Jamaal Lascelles. Beruntung bola hasil blok Jamaal Lascelles kembali ke kaki Cavani sehingga sang striker menendang bola lagi dengan kaki kanannya. Dengan gol ke gawang Newcastle, Cavani telah mencetak enam gol dalam 17 penampilan di Premier League untuk Manchester United sebagai pemain pengganti.

Menurut statistik Opta Joe, hanya empat pemain yang mencetak lebih banyak gol untuk Man United sebagai pemain pengganti, yakni Ole Gunnar Solskjaer (17), Chicharito (14), Marcus Rashford (9), dan Anthony Martial (8). 

Pada menit ke-87, Newcastle memiliki dua peluang, tetapi semuanya gagal menghasilkan gol. Bola tembakan kaki kanan Dwight Gayle dari luar kotak 16 membentur tiang, sedangkan bola tendangan Miguel Almiron dari luar kotak penalti mampu ditepis De Gea. Kedua tim tak berhasil menambah gol hingga wasit Craig Pawson meniup peluit akhir. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1. 




Monday, December 27, 2021

Iran Gelar latihan Perang Unjuk Kekuatan



NataBerita- Jakarta, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan perang, Senin (20/12/2021). Garda revolusi Iran menembakkan misil balistik dan misi crushing wilayah selatan Iran. Rudal itu diklaim berhasil mengenai target dengan ketepatan seratus persen, tidak hanya di daratan latihan perang menembak misil juga digelar di Teluk Iran. Rudal tersebut ditembakkan dari kapal perang. Iran mengatakan bahwa rudalnya memiliki jangkauan 2000 KM dan mampu menjangkau basis musuh bebuyutan Israel dan Amerika Serikat di kawasan itu. Latihan perang ini juga dilakukan dengan menggunakan pesawat tanpa awak, pesawat tersebut menembakkan lima rudal penjelajah secara serentak, mereka mengklaim berhasil mengenai dua sasaran. Latihan yang digelar selama lima hari itu juga melibatkan angkatan udara, darat, dan laut. Simulasi perang juga diperagakan dalam latihan ini. Latihan ini digelar di tengah ketegangan antara Iran dengan musuh bubuyutan Amerika Serikat dan Israel. Iran menegaskan akan melawan jika ada kekuatan dunia yang kembali menghidupkan perjanjian nuklir Tehran pada tahun 2015 lalu. Iran berkali-kali menyatakan ambisinya nuklirnya untuk perdamaian

 

Source

 

Sunday, December 26, 2021

Drama Timnas Indonesia vs Singapura

NataBerita- Terjadi drama menegangkan pada pertandingan timnas Indonesia vs Singapura pada semfinal leg kedua Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021). Timnas Indonesia menang 4-2 atas Singapura pada leg kedua dan mencatatkan agregat kemenangan 5-3, berhak melaju ke final menunggu laga leg kedua Thailand vs Vietnam.

Indonesia vs Singapura
Witan Sulaeman vs pemain Singapura









Timnas Indonesia sempat unggul cepat melalui sepakan kaki Ezra Walian di menit ke-11. Ezra Walian mampu melesatkan bola setelah menerima umpan dari Witan Sulaeman. Akan tetapi terjadi drama yang cukup menegangkan menjelang babak pertama berakhir. Drama pertama terjadi keputusan wasit mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Safuwan Baharudin pemain Singapura. Dram tersebut berawal saat Singapura mendapatkan situasi tendangan bebasbyang melibatkan pemain Singapura Safuwan Baharudin dengan pemain timnas Indonesia Rizky Ridho. Safuwan Baharudin pun nampak memprotes keputusan wasit, hingga ia berjalan keluar lapangan pun memprotes wasit keempat di pinggir lapangan. Setelah itu tendangan bebas untuk Singapura dilakukan.

 

Drama kedua pun terjadi dalam tendangan bebas, situasi tendangan bebas itu bisa dimanfaatkan oleh Singapura. Song Ui-yong mampu melesatkan bola liar ke dalam gawang Nadeo Argawinata pada menit ke-45+4. Tim berjulukan The Lions itu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

 

Drama ketiga terjadi setelah babak pertama berakhir, nampak terekam security mengamankan jajaran pelatih dan official kedua tim untuk tidak  terjadi ricuh yang lebih lanjut. Setelah itu nampak pelatih Singapura Tatsuma Yoshida berangkulan dengan Shin Tae-yong saat berjalan menuju lorong pemain. Meski Singapura berkurang pemain lagi, Singapura mampu melesatkan gol melalui tendangan bebas Shahdan Sulaiman pada menit ke-74. Skor pun menjadi 2-1 untuk keunggulan Singapura. Pratama Arhan menyamakan kedudukan pada menit ke-87.

 

Drama keempat terjadi saat, Nadeo Argawinata dapat menggagalkan tendangan penalti Faris Ramli pada menit ke-90+1. Pada babak extra time, drama kelima terjadi saat Shawal Anuar melakukan gol bunuh diri setelah akan melakukan antisipasi. Egy Maulana Vikri mencetak gol pada menit ke-105+3, membuat kedudukan 4-2. Menjelang pertandingan berakhir drama kembali terjadi, kiper Hassan Sunny mendapatkan kartu merah setelah melanggar Irfan Jaya. Ikhsan Fandi pun berganti posisi menjadi kiper menggantikan Hassan Sunny.


Source


Thursday, December 5, 2019

Liverpool Tanpa Alisson Backer dan Fabinho





Nataberita- Liverpool takkan diperkuat kiper utama mereka, Alisson Becker, dalam derby kontra Everton nanti. Dia harus menepi akibat skorsing.


Pemimpin klasemen Liverpool akan menjamu sang rival sekota dan peringkat 17 Everton di Anfield pada pekan ke-15 Premier League2019/20, Kamis (05/12/2019). Pertandingan ini akan ditayangkan di TVRI, dengan kick-off pukul 03:15 WIB.

Alisson mendapatkan kartu merah saat melawan Brighton akhir pekan kemarin. Posisinya di bawah mistar Liverpool bakal digantikan oleh Adrian untuk laga ini.

Sementara itu, dari kubu Everton, Theo Walcott sudah pulih dari sakit dan bisa dimainkan. Namun, kondisi Seamus Coleman (cedera rusuk) dan Fabian Delph (cedera hamstring) masih sangat meragukan.

Jean-Philippe Gbamin (cedera paha) dan Andre Gomes (cedera engkel) masih cukup lama sembuhnya.



Susunan Pemain 


Liverpool (4-3-3): Adrian; Robertson, Van Dijk, Lovren, Alexander-Arnold; Wijnaldum, Henderson, Milner; Mane, Firmino, Salah.


Info skuad: Alisson (skorsing), Clyne (cedera), Matip (cedera), Fabinho (cedera).

Everton (4-2-3-1): Pickford; Digne, Keane, Mina, Sidibe; Schneiderlin, Davies; Richarlison, Sigurdsson, Iwobi; Calvert-Lewin.

Info skuad: Gomes (cedera), Gbamin (cedera), Martina (cedera), Delph (meragukan), Coleman (meragukan).




Tuesday, December 3, 2019

Kontroversi Jika Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dihapus, SMA Cuma 6 Mata Pelajaran





Nataberita- Rencana mengubah kurikulum pendidikan menuai kontroversi. Dalam kurikulum baru nanti, mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA akan dihapus.
Pelajaran Bahasa Inggris difokuskan pada percakapan, bukan tata bahasa. Sehingga anak SD diharapkan sudah mampu berkomunikasi bahasa Inggris sejak SD.

Selain itu, jumlah mata pelajaran (mapel) di SMP maksimal 5 mapel dengan basis utama pembelajaran pada Coding. Sedangkan di SMA maksimal 6 mapel tanpa penjurusan lagi. Siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK.

Wacana penghapusan mapel Bahasa Inggris dan pengurangan mapel di SMP dan SMA merupakan usulan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

IGI sendiri mengusulkan 10 butir perubahan yang disebutnya revolusi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

10 butir itu diusulkan IGI saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengundang 22 organisasi guru dan komunitas guru pada 4 November 2019.

Pada kesempatan tersebut, 22 organisasi guru menyampaikan usulannya masing-masing kepada Nadiem Makarim, termasuk IGI.

Sayangnya, setelah pertemuan itu, 10 butir usulan IGI diviralkan di media sosial. Bahkan, judulnya diganti menjadi “GEBRAKAN NADIEM”. Padahal, yang benar adalah usulan IGI.

Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim mengatakan, IGI mengusulkan agar bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran (mapel) utama di SD.


”Karena itu, mapel bahasa Inggris dihapus untuk SMP dan SMA. Karena sudah dituntaskan di SD,” kata Ramli, seperti dilansir Jawapos.com, Senin (18/11/2019).


Pembelajaran bahasa Inggris, lanjut Ramli, sebaiknya lebih difokuskan untuk mengajarkan percakapan. Bukan tata bahasa. Kemudian, untuk SMP, tidak boleh lebih dari lima mapel yang diajarkan kepada siswa. Sedangkan di SMA maksimal ada enam mapel tanpa penjurusan.


”Siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK,” terang Ramli.


Karena SMK fokus mengajarkan keahlian tertentu, muncul wacana untuk menggunakan sistem SKS (satuan kredit semester).


Dengan begitu, siswa yang dianggap pintar dan lebih cepat menguasai keahlian tertentu bisa lulus setelah dua tahun saja menempuh pembelajaran (kegiatan belajar-mengajar) di sekolah. Sedangkan siswa yang lambat menyerap ilmu bisa sampai empat tahun untuk lulus.


Menurut Ramli, dalam pertemuan 4 November lalu, Mendkbud Nadiem Makarim mengusulkan agar ujian kelulusan SMK tidak hanya normatif. Lebih ke praktis untuk mengukur keterampilan dan keahlian siswa.


”SMK tidak boleh kalah dengan balai latihan kerja yang hanya 3, 6, atau 12 bulan,” ujarnya.


Sementara itu, Nadiem menyatakan hanya mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan dan mengelola sumber daya manusia Indonesia agar lebih maju.


Menurut dia, mengubah kurikulum itu tidak hanya mengubah konten. Esensinya adalah menyederhanakan dan mengubah cara penyampaian materi kepada siswa untuk tidak sekadar menghafal.


”Dan itu adalah PR (pekerjaan rumah, Red) saya untuk bisa mengubahnya. Tapi, itu bukan sesuatu yang bisa diubah dalam waktu cepat. Dibutuhkan pemikiran yang sangat matang dan masukan dari para guru dan pihak lain. Jadi, penyempurnaan, penyederhanaan, dan perubahan kurikulum itu saya mengacu pada guru,” beber mantan CEO Gojek tersebut.


Sebab, kata Nadiem, gurulah yang paling mengetahui apa yang dibutuhkan siswa-siswanya.
Menurut Nadiem, guru-guru era sekarang sudah canggih. Mampu menggunakan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


Dengan teknologi, guru bisa bebas memilih konten seperti apa yang cocok dengan materi pelajaran. Dengan begitu, banyak inovasi yang akan muncul.


”Namun, yang perlu diingat, teknologi tidak bisa menggantikan peran seorang guru. Sebab, pembelajaran yang sesungguhnya adalah adanya koneksi batin antara guru dan siswa. Teknologi adalah alat, bukan segalanya,” tutur dia.